SMAN 4 Jogja (Patbhe) berhasil mengirimkan dua tim dalam babak final party Honda DBL Jogjakarta Series 2014. Ini dipastikan usai keberhasilan tim cowok Patbhe mengandaskan juara bertahan SMA Kolesse de Britto (JB) di babak fantastic four kemarin (5/2).Pertemuan antara kedua tim ini di Honda DBL Jogjakarta Series merupakan yang keempat kali dala empat tahun terakhir. Dengan kemenangan kemarin, maka Patbhe berhasil menang tiga kali dalam empat pertemuan dari JB yang notabene tim peraih gelar champion terbanyak di Honda DBL Jogjakarta Series.Seolah ingin membalas kekalahan di babak penyisihan Honda DBL Jogjakarta Series tahun lalu, Patbhe terlihat sangat spartan sejak awal. Setelah menutup kuarter pertama dengan keunggulan 16-10, Patbhe terus memperbesar keunggulan di kuarter kedua dan ketiga. Kuarter ketiga berakhir dengan selisih 1 angka untuk Patbhe 35-24.Namun pada kuarter ketiga tim cowok Patbhe sempat mengalami penurunan performa. Playmaker yang dipercaya Budi Ariyanto pada paro pertama kuarter akhir Viory Prasetya tidak bermain efektif. Hasilnya JB sempat merapatkan jarak hingga empat angka saja dari Patbhe.Namun setelah kembali memasukkan Raden Jordan, permainan kembali berubah. Ya, Patbhe sukses mengendalikan laga dan akhirnya menutup pertadingan dengan kedudukan 44-37.Usai pertandingan, Budi mengakui keputusannya memberikan waktu istirahat lama untuk Jordan membuat JB bisa menipiskan jarak. Namun hal itu harus dilakukan karena pemain yang bertindak sebagai kapten Patbhe ini membutuhkan istirahat.”Tadi saya lihat Jordan yang menjadi pengatur serangan kami mengalami kelelahan. Makanya saya berikan peran playmaker pada Viory. Namun karena iory sedang tidak berada di peak akhirnya JB bisa menguasai permainan. Untungnya setelah Jordan saya masukkan lagi kami kembali pegang kendali,” katantya.Di final party nanti Patbhe bakal ditantang tim tangguh lainnya SMA Budi Mulia Dua (BMD). Ini merupakan pertemuan kedua mereka di partai puncak Honda DBL Jogjakarta Series. Sebelumnya di tahun 2012 kedua tim juga pernah bertemu di final party. Patbhe keluar sebagai pemenang setelah melewati laga seru dengan BMD kala itu.”Ulangan final itu selalu sakral. Apalagi saat menghadapi BMD dua tahun lalu kami menang dengan susah payah. Yang jelas jika kami bisa menang saya yakin Patbhe mampu mengawinkan gelar cowok dan cewek,” terangnya.Di pihak JB, pelatih Nicko Andrian mengakui kalau Patbhe memiliki materi pemain yang lebih merata dari JB. Menurut Nicko yang menjadi pembeda antara JB dan Patbhe adalah performa pemain bench.”Bench player mereka leih bagus dari kami. Hal itulah yang membuat kami akhirnya kalah,” terang Nicko. (nes/din)