SUPAYA JERA: Sepasang remaja diinterogasi warga usai berbuat mesum di komplek Masjid Al Ikhlas Wonosari Selasa malam (4/2).
Sudah Kelewat Batas, Polah Anak Baru Gede Zaman Sekarang
Anak muda saling jatuh cinta dan berpacaran, lumrah. Apalagi jika hubungan pacaran terebut dilakukan dengan baik, tahu batas etika dan norma. Namun, apa yang dilakukan kedua remaja berlainan jenis kelamin ini sudah kelewat batas.
GUNAWAN, Wonosari
SEPASANG remaja yang termasuk golongan anak baru gede (ABG) diberi sanksi sosial oleh warga. Mereka ketahuan tengah berpacaran melampaui batas di komplek Masjid Al-Ikhlas Wonosari. Beruntung, saat kejadian ada anggota polisi tengah berpatroli.
Keduanya digelandang ke mapolres untuk dibina dan dijemput orang tua masing-masing. Informasi Radar Jogja, ABG tersebut bernama Dn, 19, warga Surabaya, dan perempuan remaja bernama Nan, 16, warga Salatiga, Jawa Tengah. Keduanya memiliki kerabat di Gunungkidul.Selasa malam (3/2) sekitar pukul 19.30 saksi mata curiga melihat gerak gerik dua muda mudi itu. Yang lain mengambil air wudhu dan bergegas salat Isya, namun mereka malah menuju ke lorong yang gelap.Tak lama berselang, sejumlah warga mulai mengatur strategi. Jarum jam menunjuk pukul 22.00, sebagian warga memantau aktivitas kedua ABG itu, lainnya memberi informasi warga lain.”Ternyata, mereka (pasangan ABG) juga sudah berbuat layaknya orang dewasa,” kata saksi Wahyu.Entah siapa yang mengomando, warga kemudian menutup semua pintu gerbang kompleks masjid dengan digembok. Rupanya, reaksi masyarakat mulai terbaca kedua pasangan mesum itu. Dua sejoli itu kemudian berusaha kabur dengan mengendarai sepeda motor namun dihadang warga.”Awalnya tidak mengaku tapi akhirnya tidak bisa mengelak,” ucap Wahyu.Kejadian ini langsung menjadi perhatian warga dan pengguna jalan. Beruntung, sebelum terjadi aksi main hakim sendiri petugas dari kepolisain datang. Warga kemudian berinisiatif menyerahkan sepasang kekasih ini untuk dibawa ke kantor polisi.Di hadapan petugas, Dn mengaku telah berbuat mesum. Hanya saja dia berdalih tidak sampai melakukan hubungan badan. Hanya berpelukan dan berciuman. Ditanya kenapa pacaran di masjid, menurut Deny hanya kebetulan. “Sebelumnya kami jalan-jalan di bekas terminal lama dan awalnya hanya duduk-duduk,” kilah Dn.Kanit SPK Polres Gunungkidul Ipda Kusnan mengatakan, kedua remaja sudah didata dan dibina. Selanjutnya, untuk memberi efek jera kepada para pelaku, kedua orang tua masing-masing dipanggil untuk menjemput.”Keluarganya sudah datang menjemput. Pembinaan lebih lanjut kami serahkan kepada keluarga masing-masing,” kata Ipda Kusnan kemarin (4/2). (*/iwa)