Paser Bumi dan Paguyuban Merah Putih Gelar Aksi
JOGJA – Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIJ kembali memeriksa tersangka hibah Persiba HM Idham Samawi kemarin (5/2). Dalam pemeriksaan kali ketiga tersebut, penyidik mengajukan sepuluh materi pertanyaan. Di antaranya mengenai pencairan, dan aliran dana hibah Pemkab Bantul kepada KONI Bantul pada APBD 2011 lalu.
“Termasuk prosedur pencairan hibah untuk Pengcab PSSI Bantul dan Persiba,” kata Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati DIJ Purwanta Sudarmaji SH kemarin.
Selain prosedur dan aliran dana hibah, Idham kembali dicecar terkait sejumlah dokumen yang dimiliki penyidik. Yakni, dokumen milik KONI Bantul, Pengcab PSSI Bantul, dan Persiba.
“Ada sekitar 50 dokumen yang ditunjukkan penyidik kepada tersangka IS. Tersangka mengakui semua dokumen dan tanda tangani yang ada di dokumen tersebut,” papar jaksa asal Imogiri Bantul ini.
Kedatangan Idham pada panggilan ketiga itu sedikit berbeda dengan dua kali pemeriksaan sebelumnya. Bupati Bantul dua periode itu baru datang ke gedung Kejati DIJ Jalan Sukonandi No 4 Jogja sekitar pukul 10.30.
Padahal, pada pemeriksaan sebelumnya Idham selalu datang pukul 09.00. Keterlambatan ini kabarnya terkait aksi dukungan yang dilakukan suporter Paserbumi terhadap Idham Samawi yang dilakukan di gedung Jogja Expo Center (JEC).
“Ini terlambat datang ke sini (kejati), tidak seperi biasanya karena nunggu saya turun dari pesawat. Sebab, saat diperiksa tersangka wajib didampingi pengacara,” kata penasihat hukum Idham Samawi, Agustinus Hutajulu SH kepada wartawan saat tiba di gedung kejati.
Agustinus menjelaskan, kliennya ditanya seputar sejumlah dokumen milik KONI, Pengcab PSSI. Dalam pemeriksaan itu, kliennya mengakui kebenaran dokumen berikut keaslian tanda tangan yang ada di dokumen tersebut.
“Semua pertanyaan dijawab dan membenarkan bahwa tanda tangan dalam dokumen itu memang tanda tangan beliau,” jelas Agustinus.
Di sisi lain, Idham Samawi mengaku tak mengetahui dengan aksi penggalangan dukungan yang dilakukan suporter Paserbumi.
“Saya tidak tahu,” kilah Idham sesaat sebelum naik ke lantai tiga menuju ruang pemeriksaan.
Saat datang ke kejati, Idham mengenakan baju batik motif merah dan hitam. Meski tak lagi menjabat bupati, dan jadwal pemeriksaan adalah hari kerja sebagaimana pemeriksaan-pemeriksaan sebelumnya, Kepala Satpol PP Bantul Kandiawan dan sejumlah personel Satpol PP Bantul ikut mengawal. Selama Idham diperiksa, Kandiawan tampak menunggu di lantai satu.
Di sisi lain, intensifnya pemeriksaan terhadap Idham memicu reaksi ratusan massa yang tergabung dalam Paguyuban Merah Putih. dan kelompok suporter Paserbumi. Mereka merasa khawatir usai menjalani pemeriksaan kali ketiga itu Idham bakal ditahan Kejati DIJ.
Dalam aksinya mereka mengggelar doa bersama di halaman Jogja Expo Center (JEC), kemarin. Mereka berharap Idham bebas dari berbagai sangkaan dan tidak ditahan.
Ada sekitar 400 massa yang berpartisipasi dalam acara tersebut. Sedianya usai acara doa bersama mereka akan mendatangi gedung kejati. Kepastian ngeluruk ke gedung yang terletak di Jalan Sukonandi tersebut menunggu hasil pemeriksaa Idham.
Hanya saja menjelang waktu salat Duhur mereka telah membubarkan diri. Tersiar kabar, pembubaran diri ratusan massa tersebut karena adanya instruksi.
“Tadi ada orang yang ikut mendampingi Pak Idham tiba-tiba keluar dari gedung menggunakan mobil CR-V,” ungkap seorang pengunjung di gedung kejati yang enggan disebutkan namanya ini.
Tak berselang lama, ratusan massa yang sebagian menggunakan pakaian serba hitam tersebut
membubarkan diri.
Tidak diketahui alasan mengapa mereka membubarkan diri sebelum waktu yang telah mereka tetapkan sendiri. Usai acara, nomor ponsel Lurah Paserbumi Anom Suroto tidak dapat dihubungi.
Anom saat ditemui sebelum acara doa bersama mengatakan, acara ini sebagai respons atas intensnya pemeriksaan HM Idham Samawi belakangan ini.
“Berdoa agar terbebas dari berbagai masalah dan untuk kelancaran serta kesehatan beliau,” terang Anom.
Pria yang akrab disapa Gepeng ini bersikukuh keberadaan Idham sangat berarti bagi klub sepak bola Persiba. Termasuk kelompok suporter Persiba. Klub kebanggaan warga Bantul tersebut tak akan melenggang ke berbagai kompetisi nasional tanpa campur tangan Idham. “Nek iso tukar posisi (dengan Idham) suporter wani ngijoli tiga puluh anak,” tegasnya.
Ketua Paguyuban Merah Putih Triasto Sujadi mengatakan, penanganan perkara korupsi dana hibah Persiba terkesan politis dan mengada-ada. “Saat penetapan tersangka suratnya tidak ada. Sampai pemeriksaan kelima puluh kali tidak ada bukti signifikan. Kerugian negara pun belum ada,” klaimnya.
Karena itu, Paguyuban Merah Putih sepenuhnya memberikan dukungan kepad Idham. Apalagi, lanjutnya, selama menjadi bupati Bantul dua periode 2000 hingga 2010, Idham terbukti memajukan Kabupaten Bantul.
“Ini pasti tujuan orang-orang tertentu yang ingin membuat Pak Idham terpuruk,” ulasnya.
Paguyuban Merah Putih akan mendatangi gedung kejati jika Idham ditahan penyidik. Mereka akan menyatakan sikap kepada para penyidik. Sebab, suami Bupati Bantul Sri Surya Widati itu tidak akan melarikan diri, dan bersikap kooperatif selama menjalani pemeriksaan.
“Kalau Pak Idham belum terbukti, tapi sudah mendapatkan perlakuan yang tidak sesuai realitas (ditahan), kita akan menyatakan sikap. Karena proses penahanan membutuhkan proses panjang,” belanya. (zam/mar/kus)