PENIPUAN: Penyidik Polres Sleman menunjukkan barang bukti berupa buku rekening milik tersangka.
*Calo UM UGM Rugikan Lebih Rp 1 M
SLEMAN – Mau untung malah buntung. Itulah yang dialami Sri Ganeviyati lantaran tergiur iming-iming calo mahasiswa UGM. Berharap anaknya kuliah di Fakultas Kedokteran, Sri justru tertipu hingga ratusan juta rupiah. Saat ini, kasus itu dalam penyidikan Polres Sleman.Kepada polisi, Sri mengaku “menitipkan” anaknya, Iqbal Muhammad kepada tersangka Budi Purwanto, pegawai negeri sipil (PNS) yang merupakan staf administrasi UGM. Tersangka mengaku punya akses ke internal panitia seleksi penerimaan calon mahasiswa Fakultas Kedokteran UGM 2013/2014. Tersangka lantas minta korban menyerahkan syarat-syarat pendaftaran dan menyuruh Iqbal mengikuti bimbingan belajar dengan biaya awal Rp 39,5 juta.Usai seleksi, korban diberi surat palsu yang isinya pengumuman dari rektor UGM bahwa Iqbal diterima sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran. Selanjutnya pada 24 Juli 2013, Sri transfer lagi sebesar Rp 250 juta dan Rp 150 juta. Uang itu ditransfer kerekening Bank Mandiri, nomor 137-00-1015723-4 atas nama Budi Purwanto. Uang itu sebagai pelicin guna kelancaran seleksi penerimaan mahasiswa di Fakultas Kedokteran. Namun setelah dicek di kampus, Iqbal dinyatakan tidak lulus. Karena itu, korban melaporkan kasus tersebut kepada polisi pada 30 Desember 2013. “Tersangka menjanjikan uang kembali jika ternyata anak korban tak lolos masuk UGM. Tapi janji itu tak ditepati,” ungkap Kapolres AKBP Ihsan Amin Didampingi Kasatreskrim AKP Alaal Prasetyo kemarin (5/2).Bahkan, uang korban tak hanya dimanfaatkan oleh tersangka. Uang tersebut ditransferkan lagi oleh Budi ke rekening tersangka lain, Dede Kusnada dan Marinda Rizka Kamal. Ketiganya anggota sindikat calo penerimaan mahasiswa baru.Dari tiga tersangka tersebut, polisi mengembangkan penyelidikan.Kemudian menangkap dua tersangka lain, Karim dan Tari. Tersangka paling belakang ditangkap tercatat sebagai salah satu mahasiswi kesehatan di UGM. “Kelima tersangka kami tahan,” tegas Ihsan.Para tersangka dijerat pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencucian Uang serta pasal 372 dan 378 KUHP mengenai penipuan dan atau penggelapan.Kasatreskrim Polres Sleman AKP Alaal Prasetyo menambahkan saat ini sedikitnya ada tujuh korban melapor atas kasus serupa.Menurut Alaal, tiap korban rata-rata telah menyerahkan uang kepada Budi sebesar Rp 350 juta hingga Rp 700 juta. Alaal menduga jumlah korban bisa bertambah seiring pengembangan penyidikan.Polisi juga masih menyelidiki kemungkinan adanya keterlibatan orang dalam UGM lainnya.Saat ini penyidik sedang menelusuri aliran dana yang sengaja dipecah-pecah oleh tersangka ke banyak rekening. Bahkan, menurut Alaal, sebagian uang telah dibelikan sebidang tanah di Condongcatur oleh tersangka utama. “Kami yakin ada orang lain turut menikmati uang korban selain lima tersangka itu,” ungkap Alaal.Alaal mengatakan jaringan sindikat Budi Purwanto cukup rapi. Ironisnya, Budi yang PNS UGM justru menjadi aktor intelektual. Dia berperan membujuk calon korban. Budi kerja sama dengan Dede dan Rizka yang membuka lembaga pelatihan bimbingan belajar abal-abal. Sementara Karim dan Tari menghubungkan dengan oknum di UGM. Tari jugalah yang membuat surat lulus palsu. Selain rekening koran, polisi masih menelusuri alat bukti lain. Termasuk barang-barang dan objek lain milik tersangka yang dibelanjakan dengan uang korban. “Dari penyelidikan awal belum ada pengakuan dari UGM,” beber Alaal. (yog/ila)