MUNGKID – Langkah sebagian petani tembakau di Kecamatan Borobudur patut dicontoh. Karena, mereka memanfaatkan lahan pertanian untuk ditanami tanaman lain yang dimungkinkan tumbuh lebih baik dibandingkan tembakau.Dengan alasan memanfaatkan lahan pascatanam tembakau yang menganggur, mereka bekerja sama dengan Balai Penyuluh Pertanian dan Kehutanan (BPPK), serta Pemerintah Kecamatan Borobudur.Mereka menanam kacang organik di lahan milik petani. Sebagai uji coba, dilakukan penanaman di lahan seluas 1 hektare di Desa Kembanglimus, Kecamatan Borobudur. Di lahan tersebut, telah ditanami kacang tanah jenis gajah organik dan berhasil dengan baik.Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Borobudur Sumardi mengatakan, banyakpotensi tanah yang bisa dimanfaatkan di Borobudur. Setelah tanaman tembakau, banyak lahan menganggur sembari menunggu curah hujan. Padahal curah hujan bisa dikatakan tidak ada.”Daripada lahan menganggur, kami memanfaatkan dengan menanam tanaman kacang tanah jenis varietas gajah,” papar Sumardi, kemarin (5/2).Menurut Sumardi, kacang organik ditanam tanpa melalui proses olah lahan. Mereka langsung memanfaatkan bekas lahan tembakau ditanami kacang. Apalagi tanaman tembakau sebelumnya dipupuk dengan pupuk kandang.”Kami hanya memanfaatkan sisa pupuk yang tidak terserap,” papar Sumardi.Dari hasil ubinan panen perdana kacang organik tanpa olah lahan tersebut, diperoleh hasil 4,480 ton per hektare polong basah, atau 1,4336 ton wose kering per hektare.”Hasil ini cukup menggembirakan. Tanpa mengeluarkan biaya yang banyak, kami bisa berhasil dengan kualitas cukup bagus,” imbuhnya bangga.Camat Borobudur Nanda Cahyadi Pribadi menjelaskan, kegiatan ini merupakan kerja sama antara penyuluh pertanian dengan pemerintah desa. Ia berharap upaya ini jadi contoh bagi desa lain di Borobudur.”Melihat hasil panen perdana yang dilakukan, nampaknya di daerah Borobudur cocok guna pengembangan tanaman kacang tanah. Selain itu, penanaman kacang ini bisa mengisi jeda setelah tanaman tembakau. Kebanyakan lahan dibiarkan menganggur sembari menunggu musim tanam berikutnya,” kata Nanda.Diakui, lahan lahan kosong atau lahan yang pemanfaatnya kurang maksimal akan diusahakan bekerja sama dengan BPPK.”Di kecamatan Borobudur banyak lahan yang bisa digarap maksimal. Seperti di Ringin Putih, Candirejo, Wanurejo, dan lainnya. Ke depan, keberhasilan ini akan dikembangkan ke desa lain,: katanya.(ady/hes)