PEDULI: Para relawan saat menggelar diskusi advokasi penyandang cacat di Markas Daerah Legiun Veteran RI Gunungkidul, kemarin (5/2).
WONOSARI – Sejak Juni 2013 Pemkab Gunungkidul telah meluncurkan sekolah inklusi. Tujuannya, untuk memberikan pelayanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Hanya saja, hingga awal 2014 dari sekitar 243 sekolah yang ditunjuk melaksanakan pendidikan inklusi, baru bisa berjalan dua sekolah saja.Ketua Organisasi Sosial Penyandang Cacat Gunungkidul, Yuniarto mengatakan pihak sekolah memang tidak menolak menerima anak berkebutuhan khusus. Namun, karena kendala kelengkapan sarana penunjang dan tenaga pendidik, pelaksanaan pendidikan inklusi tidak berjalan.”Masih jauh dari harapan. Baru ada dua sekolah yang menjalankan pendidikan inklusi,” kata Yuniarto saat menggelar diskusi advokasi penyandang cacat di Markas Daerah Legiun Veteran RI Gunungkidul, kemarin (5/2).Kedua sekolah itu masing-masing, SD Negeri 3 Karangmojo dan SMP Ekakapti Karangmojo. Dia menjelaskan, di wilayahnya jumlah penyandang cacat berkisar 8.000 orang. Dari jumlah tersebut, dominan anak usia sekolah. Menurut dia, keberadaan sekolah inklusi sangat penting untuk memberikan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Namun dengan kondisi seperti sekarang, sekolah inklusi kebutuhan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus ternyata belum semuanya terfasilitasi dengan optimal oleh pemerintah.”Hasil diskusi ini akan kami rekomendasi kepada pemerintah supaya pendidikan inklusi bisa dilaksanakan di seluruh sekolah,” katanya.Sementara itu kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Sudodo mengakui ada sejumlah kendala menjalankan sekolah inklusi. Kendalanya antara lain belum semua sekolah memiliki sarana penunjang pendidikan inklusi dan penyandang cacatnya bermacam-macam sehingga belum seluruhnya terlayani. Meski demikian, dinas akan berupaya maksimal untuk melaksanakan program sekolah inklusi.”Kami sudah membangun infrastruktur pendidikan inklusi di beberapa sekolah dan menempatkan satu konsultan di setiap kecamatan. Kami juga sedang menyusun sistem pendidikan inklusi,” katanya. (gun/iwa)