RASA AMAN: Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam rangka Kesiapan Pemilu 2014 Kulonprogo di Gedung Kaca, kemarin (5/2).
Amankan Pemilu 2014, Ciptakan Rasa Aman
WATES – Pemilu 2014 tinggal sebentar lagi. Beberapa persiapan pengamanan pun mulai dilakukan. Termasuk yang dilakukan TNI dan Polri. Dalam pengamanan Pemilu nanti, aparat penegak hukum di wilayah Kulonprogo itu menerjunkan hampir 3.000 personel gabungan baik TNI, Polri, dan sipil.Kasat Intelkam Polres Kulonprogo AKP Joko Sumarah mengatakan, jumlah personel yang diterjunkan terdiri dari 662 personel Polres Kulonprogo, 100 personel Brimob, 100 personel Kodim, 30 personel TNI AU, 100 personel Satpol PP Kulonprogo, dan 1.974 Binmas yang tersebar di 12 kecamatan. Menurutnya, tujuan dari operasi pengamanan itu untuk memberikan rasa aman kepada penyelenggara Pemilu 2014.”Masyarakat yang hadir di TPS juga tenang. Lalu untuk target operasi ini, bisa terselenggara dengan baik seluruh tahapan Pemilu 2014,” kata Joko dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam rangka Kesiapan Pemilu 2014 Kulonprogo di Gedung Kaca, kemarin (5/2).Pihaknya juga fokus pada beberapa hal seperti lokasi penyimpanan logistik pemilu, tempat dan gudang pengambilan sumpah anggota terpilih. Selain itu, untuk mengantisipasi potensi pelanggaran dalam operasi ini terdapat beberapa mekanisme dimulai dengan pengumpulan keterangan, melaksanakan pencegahan, penangkalan, serta patroli secara rutin.”Tidak menutup kemungkinan ada upaya paksa terkait pelaksanaan kampanye agar terwujud penegakan hukum,” ujarnya.Sementara itu Dandim 0731/Kulonprogo, Letkol Inf Samuel Jeferson Aling menambahkan, pihaknya menyatakan siap mendukung demi terlaksananya Pemilu 2014 dengan aman dan kondusif. Hal itu sangat penting mengingat TNI Polri menjadi salah satu elemen penting suksesnya pemilu, sehingga sinergitas kedua pihak bisa tercipta dengan baik demi kepentingan masyarakat luas.”Pada prinsipnya bahwa dukungan kepada kepolisian, sepenuhnya didedikasikan dalam upaya mencapai tujuan nasional dan kepentingan nasional yakni kemutlakan NKRI, integritas teritorial, kedaulatan nasional, dan keselamatan bangsa Indonesia, demokrasi politik ekonomi, keserasian hubungan antarsuku agama ras, dan antargolongan,” jelasnya.Sedangkan Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo juga mengajak kepada seluruh pihak mulai dari TNI Polri dan masyarakat agar bersama-sama menghindari praktik politik uang (money politics). Sebagai upaya itu, bupati mengimbau masyarakat bisa saling berbagi terkait praktik politik uang.”Masyarakat bisa mendukung hal ini secara getok tular kepada keluarga atau tetangganya supaya jangan sampai kepincut dengan politik uang,” kata Hasto.Menurut dia saat ini justeru muncul keprihatinan mengingat tidak sedikit calon pemimpin yang berasal dari golongan beruang. Sehingga kenyataan yang ada di lapangan ini, sangat rentan terjadi praktik politik uang yang bisa merusak arti sebenarnya dari demokrasi itu sendiri, dan muncul anggapan siapa yang bermodal dialah yang menang. (fid/iwa)