JOGJA – Vandalisme di Kota Jogja tetap marak. Aksi corat-coret yang dilakukan tangan jahil itu bahkan tak lagi menyasar fasilitas publik kini.
Objek vandalisme mulai merambah benda milik pribadi. Sasaran tembak vandalisme pun menyasar kendaraan pribadi yang diparkir di tepi jalan. Kendaraan itu terutama mobil yang diparkir sampai malam.
Dari pantauan Radar Jogja Selasa malam (4/2), di Jalan Tamansiswa Jogja terdapat mobil Avanza berwarna hitam yang diparkir di tepi jalan. Di mobil itu terdapat tulisan dengan cat semprot berwarna merah. Tulisannya yakni CHKvR.
Salah seorang warga setempat yang setiap hari berjualan di pinggir jalan itu, menyatakan vandalisme itu dilakukan oleh anak-anak tanggung. Usianya belasan tahun.
“Biasanya anak-anak tanggung yang sering saya lihat mencoret dinding. Jumlahnya lebih dari dua orang. Kalau mobil yang dicoret pas di depan warung saya ini, paling anak-anak. Mesake mobil apik-apik dicoret,” ujarnya.
Di lokasi lain, mobil APV warna hitam juga menjadi sasaran vandalisme. Di bodi mobil itu terdapat tulisan dengan cat semprot warna merah yakni KCL xARCH.
Selain kendaraan pribadi, vandalisme juga banyak ditemukan di bangunan milik pribadi. Tembok rumah atau toko di tepi jalan banyak menjadi sasaran corat-coret tangan usil.
Vandalisme yang marak itu kerap dikeluhkan oleh masyarakat. Mereka yang tembok rumah atau tokonya menjadi korban vandalisme tak bisa berbuat apa-apa.
“Bikin kesal juga. Kita baru cat ulang rolling door toko, sudah dicoret. Yang bikin coretan siapa, kita nggak tahu,” jelas Sunindyo, pengelola toko di Jl Mataram.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Dinas Ketertiban Kota Jogja selama ini sudah menerjunkan petugas untuk melakukan operasi. Terutama operasi pada malam hari.
Hanya, tak semua lokasi dapat terpantau. Ini mengingat jumlah personil yang terbatas.
“Petugas kita melakukan penertiban dan operasi sampai subuh. Kita memang belum bisa memantau seluruh wilayah Kota Jogja. Untuk itu, masyarakat setempat perlu ikut mengawasi daerahnya dari aksi vandalisme,” ujar Kepala Satpol PP Dinas Ketertiban Kota Jogja Sukamto kemarin (5/2).
Dia menegaskan, vandalisme berbeda dengan seni mural seni yang terdapat di beberapa titik di kota Jogja. Vandalisme merupakan bentuk corat-coret tak bertanggung jawab yang merusakan keindahan. Apalagi, sebagian besar coretan tersebut terdapat di fasilitas publik.
Ada sejumlah fasilitas publik yang kerap kali menjadi sasaran vandalisme. Di antaranya, kawasan Stadion Kridosono, Kleringan, dan Stadion Mandala Krida.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Jogja Imam Priyono berharap prinsip pembinaan perlu diutamakan untuk menangani aksi vandalisme yang dilakukan para pelajar. Dia berharap semua pihak turut mengawasi.
“Kalau pelakuknya pelajar yang putus sekolah, saya akan sekolahkaan. Saya meminta setiap kelurahan untuk mendata anak putus sekolah. Jangan sampai hak untuk mengenyam pendidikannya terputus,” terang dia. (hrp/amd)