MUNGKID– Sejumlah peralatan yang digunakan pewarta saat bertugas berjajar rapi di atas meja kecil. Di sampingnya, beberapa makanan kecil dan nasi tumpeng lengkap dengan ingkung.Bersanding dengan bunga, peralatan peliputan seperti kamera, handycam, HT, dan lainnya. Semuanya berjajar rapi sembari ditaburi bunga bersamaan.Ruwatan sejumlah peralatan peliputan para jurnalis, baik cetak maupun elektronik ini sebagai acara memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2014. Para jurnalis di Kabupaten Magelang bersama-sama menggelar rangkaian HPN 2014 dengan meruwat semua peralatan.Diharapkan, ruwat sejumlah alat peliputan bisa mewujudkan sejumlah berita yang bermanfaat bagi masyarakat.”Ruwatan tidak hanya identik dengan kebudayaan tradisonal. Melalui alat peliputan jurnalis, ruwatan ditujukan agar jurnalis menyadari pentingnya menyaring pemberitaan sebelum di terbitkan,” kata Ketua Panitia Peringatan HPN 2014 Puji Hartono di halaman Hotel Pondok Tingal Borobudur, kemarin (5/2).Sebelum melakukan ruwatan peralatan peliputan itu, terlebih dahulu para jurnalis melangsungkan upacara bendera. Berkolaborasi dengan Komunitas Seniman Borobudur Indonesia (KSBI), para jurnalis berdandan ala tokoh pewayangan. Mulai dari tokoh Sugriwo hingga butho raksasa. Saat pelaksanaan upacara, juga dibawakan dengan bahasa Jawa.Bersamaan dengan kegiatan tersebut, juga ditampilkan sejumlah kesenian tradisional sumbangan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Soerojo Magelang, Padhepokan Saujana Keron Kecamatan Sawangan, dan komunitas perias manten. “Tak ingin kalah dari seniman, kami menari berkaloborasi dengan para seniman,” katanya.Hadir pada acara tersebut, Bupati Wonosobo Kholiq Arif, Muspida Kabupaten Magelang, Muspika Kecamatan Borobudur, beberapa kepala dinas, dan kepala sekolah. Bupati Magelang dan wakilnya tidak bisa hadir dan mewakilkan pada Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Magelang Zuchruf Isworo.Bupati Wonosobo Kholiq Arief mengapresiasi kegiatan yang dilakukan jurnalis. Pria yang sebelumnya pernah jadi jurnalis di Jawa Pos ini menilai, jurnalis mampu mengolaborasikan seni, budaya, dan kegiatan jurnalistik. Yakni, melalui penampilan yang disuguhkan. “Siapa yang punya ide seperti ini,” tanyanya.Selain itu, mantan wartawan ini berpesan, pada jurnalis muda selalu membuat berita yang menginspirasi. Karena sangat bermanfaat bagi masyarakt luas.(ady/hes)