GELAR PASUKAN: Apel siaga kesiapan pasukan pengamanan Pileg dan Pilpres 2014 di Lapangan Maguwoharjo kemarin (6/2). Setidaknya dua pertiga kekuatan personel akan dikerahkan.
*Haka : Menang Ojo Umuk, Kalah Ora Ngamuk
DEPOK – Kapolda DIJ Brigjen Pol Haka Astana mengimbau para peserta pemilu legislatif dan simpatisan partai saling menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif selama kampanye. Setidaknya, para peserta menjalankan kesepahaman bersama yang dituangkan dalam pakta integritas. “Yang jelas sing menang ojo umuk, nek kalah ra oleh ngamuk,” pesan Haka disela apel siaga kesiapan pasukan pengamanan pemilu dan pilpres 2014 di Lapangan Maguwoharjo. Haka mengatakan untuk pengamanan kampanye pemilu dikerahkan semua unsur kekuatan. Jumlahnya dua pertiga kekuatan personel, sekitar 6.465 orang. Termasuk menyiagakan penembak jitu (sniper) untuk antisipasi jika terjadi kekacauan yang membahayakan negara dan masyarakat. “Mengenai sniper tak ada surat perintah khusus. Prinsip semua kekuatan kami kerahkan,” jelasnya.Menurut Haka, titik-titik kerawanan telah dieliminer. Selain pusat keramaian, seperti mal dan pasar, kawasan perbatasan juga menjadi perhatian Haka. Misalnya di perbatasan Sleman-Magelang yakni wilayah Tempel dan Prambanan.Menurutnya yang harus diwaspadai bukan pada kemungkinan pencoblos ganda. Tapi, jika terjadi migrasi warga dari luar Jogja yang sekadar ingin menyaksikan proses pemungutan suara. Menurut Haka, hal itu justru berpotensi menimbulkan kegaduhan. “Walau hanya menonton, bisa saja mengganggu,” katanya.Komandan Korem 072/Pamungkas Brigjen TNI Mohamad Sabrar Fadhilah menambahkan pihaknya juga telah menyiapkan anggota sekitar tiga ribu personel untuk mem-back up polisi. “Kami tinggal menunggu aba-aba dari polisi,” katanya. Kendati begitu, Fadhilah berharap tak mengirim “BKO” polisi. Artinya Jogjakarta kondusif dan cukup bisa di-handle oleh polisi. (yog/ila)