WATES – Sebagai upaya pengembangan sektor usaha di Kulonprogo, Bank Indonesia (BI) memberikan dana bantuan untuk pengembangan kegiatan pengolahan gula semut atau brown sugar kepada Koperasi Usaha Jatirogo di Wates, Kulonprogo. Penyerahan bantuan itu bersamaan dengan peresmian gudang gula semut di KSU Jatirogo.
Kepala Perwakilan BI DIJ Arif Budi Santoso mengatakan, pemberdayaan untuk pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ini merupakan salah satu program sosial BI. Untuk bantuan yang diberikan kepada KSU Jatirogo antara lain fasilitasi alat produksi senilai Rp 6,625 juta, tiga unit alat pengering atau oven senilai Rp 69,3 juta, serta dana bantuan pembangunan 14 unit Dapur Higienis senilai Rp 58,1 juta.
“Untuk pengembangan gudang gula semut, dana yang dikeluarkan senilai Rp 476, 571 juta. Ini salah satu bagian dari program BI untuk pengembangan UMKM di Kulonprogo dan kabupaten lain di DIJ,” kata Arief, kemarin (6/2).
Lebih lanjut Arief menambahkan, pertumbuhan ekonomi tidak hanya fokus pada makro ekonomi saja. Namun sektor mikro juga harus dikembangkan sehingga dengan demikian BI akan terus berupaya mendorong pengembangan UMKM melalui bantuan teknis dan sosial sesuai program BI.
Kemudian, tidak hanya bantuan untuk pengembangan pengolahan gudang gula semut. BI juga akan menggelar program khusus dalam upaya pengembangan komuditas padi menoreh kuning (Menor) di tahun 2014.
“BI akan terus bersinergi dengan stakeholder di daerah untuk meningkatkan produksi, kapasitas usaha, dan nilai tambah pada ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menambahkan, bentuk kepedulian BI terhadap produksi gula merah sangat membantu pengembangan usaha itu. Sehingga dengan bantuan itu bisa berpengaruh terhadap nilai produk gula merah.
“Setelah gudang ini dilengkapi peralatan, mudah-mudahan memberikan dukungan pada rantai olahan gula hingga pada ujungnya yaitu brown sugar. Sehingga nanti industrinya bisa lebih berkembang,” kata Hasto. (fid/iwa)