JOGJA – Anggaran pengamanan Pemilu 2014 bagi kepolisian memang dipangkas DPR, dari Rp 3,5 triliun menjadi Rp 1 triliun. Meski begitu, kepolisian tetap berlatih keras untuk menjamin pemilu aman.
Demi menjamin keamanan kertas suara, Polresta Jogja menggelar latihan di halaman Stadion Mandala Krida, kemarin (6/2). Latihan yang dikhususkan bagi Satuan Lalu Lintas (Satlantas) dan Sabhara tersebut, dimulai sejak pukul 07.00.
Latihan dimaksudkan bisa mengamankan distribusi kertas suara hingga tempat pemungutan suara (TPS) dengan aman.
“Kertas suara termasuk surat berharga. Saat mendistribusikan, polisi memberikan pengamanan,” kata Wakil Polresta Jogja AKBP Agustinus, usai membuka latihan bersama.
Agustinus memaparkan, pengamanan kertas suara akan dilakukan berlapis. Dua satuan adalah pengawalan dari Satlantas dan Sabhara yang diterjunkan bersama.
“Satlantas yang mengamankan perjalanan. Sedangkan Sabhara mengamankan suara selama perjalanan,” imbuhnya.
Khusus pengamanan tersebut, polisi bakal mengerahkan pasukan Sabhara yang dilengkapi senjata laras panjang. Mereka bersama iring-iringan vorijder BM Satlantas.
“Kalau sniper, tidak perlu. Karena untuk mengamankan perjalanan,” imbuhnya.
Saat latihan, seluruh personel pengawalan di Satlantas hadir. Juga, petugas Sabhara dari 14 Polsek di Kota Jogja. Mereka mengerahkan empat mobil pengawalan dan empat motor gede (moge).
Barisan pertama untuk pengawalan kertas suara, dua moge menjadi pembuka jalan. Mereka bertugas mengamankan perjalanan agar tak berhenti saat melewati persimpangan yang tak dijaga petugas kepolisian.
Baru, petugas yang mengendarai mobil mengikuti di belakangnya. Selanjutnya, barisan kendaraan pengangkut kertas suara dan terakhir ditutup mobil pengawal milik kepolisian.
“Khusus pengamanan distribusi kertas suara, kami kerahkan 76 personel. Mereka gabungan dari Satlantas dan Sabhara,” tegasnya.
Humas Polresta Jogja Iptu Haryanta menambahkan, usai latihan bersama, Polresta menggelar apel pengamanan pemilu, hari ini (7/2). Ini sekaligus menandai latihan yang dilaksanakan selama ini selesai.(eri/hes)