Janji Kajati DIJ Suyadi SH mengintensifkan pemeriksaan tersangka perkara hibah Persiba mulai direalisasikan. Terbukti mulai minggu kedua Februari, tim penyidik yang diketuai Aspidsus Kejati DIJ Pindo Kartikani SH berencana memeriksa Idham Samawi secara maraton. Suami Bupati Bantul Sri Suryawidati itu bakal diperiksa dua kali dalam seminggu.”Rencananya pemeriksaan tersangka hibah Persiba dipercepat. Seminggu dua kali,” kata Kepala Seksi Penyidikan Aspidsus Kejati DIJ Anshar Wahyudin SH kemarin (9/2).Dalam pemeriksaan lanjutan itu, tim penyidik mengubah strategi. Jika sebelumnya penyidik mendahulukan pemeriksaan tersangka Edy Bowo Nurcahyo (EBN), mulai pekan depan penyidik membaliknya.Idham akan diperiksa lebih awal dibandingkan mantan anak buahnya bisa tersebut.Berdasarkan rapat tim penyidik bersama Kajati, Idham dijadwalkan kembali diperiksa hari ini Senin (10/2). Pemeriksaan Ini merupakan pemeriksaan kali empat selaku tersangka.”Setelah tersangka Idham, jadwa pemeriksaan tersangka EBN pada Selasa (11/2),” tambah mantan Kasi Intelejen Kejari Sleman ini.Pemeriksaan secara maraton ini bertujuan agar penyidikan perkara yang sudah dimulai sejak 18 Juli 2013 lalu bisa segera tuntas. Pertimbangan lain guna menepis anggapan masyarakat yang menilai kejati tebang pilih dalam penuntasan korupsi hibah Persiba.Apalagi, salah satu anggota tim penyidik Abeto Harahap akan dimutasi ke bagian Pengawasan Kejaksaan Agung (Kejagung). Selama ini, Abeto dikenal sebagai salah satu penyidik yang memiliki strategi penyidikan mumpuni dalam menangani setiap perkara korupsi.”Mudah-mudahan sebelum Pak Abeto pindah, penyidikannya sudah mendekati final,” kata Kajati Suyadi.Menurut Suyadi, tak lama lagi proses penyidikan perkara hibah Persiba bakal rampung. Sembari menunggu perhitungan kerugian keuangan negara (PKN) oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), tim penyidik bakal merampungkan pemeriksaan terhadap kedua tersangka. “Tunggu saja,” terang Suyadi sambil tersenyum.Masih terkait dengan pemeriksaan Idham, sejumlah manuver kembali muncul. Setelah massa Paserbumi dan Paguyuban Merah Putih menggelar aksi di halaman JEC, kali ini gantian Dadang Iskandar melakukan hal sama.Bersamaan dengan agenda pemeriksaan Idham, Dadang yang mengaku koordinator Jogjakarta Government Watch akan mendatangi gedung kejati.Berbeda dengan aktivis LSM lainnya, kehadiran Dadang bukan dalam rangka mendorong kejati segera menuntaskan penyidikan, atau mendesak tersangka hibah Persiba segera ditahan sebagaimana disuarakan sejumlah pegiat antikorupsi di Jogja selama ini.Sebaliknya, Dadang ingin menyampaikan aspirasi dan surat dukungan moril serta kemanusiaan bagi Idham yang sedang dibelit kasus hukum. Ia juga menolak adanya politisasi hukum. (mar/kus)