PRESTASI: Para murid SD Mutiara Persada Jogjakarta memegang tanda penghargaan yang pernah mereka raih.
Pendidikan Kewirausahaan bagi Murid SD
BANTUL – Pendidikan kewirausahaan (entrepreneur) ternyata tidak hanya ditekankan bagi para mahasiswa. Siswa jenjang sekolah dasar (SD) pun kini sudah mendapatkan materi pembelajaran entrepreneurship. Bahkan, pembalajaran tersebut sudah diberikan sejak mulai kelas I. “Pendidikan entrepreneurship pada siswa SD mengacu pada pembelajaran muatan lokal. Setiap minggunya siswa mendapatkan dua jam pembelajaran kewirausahaan,” kata pengawas SD Mutiara Persada Jogjakarta, Asmuni kepada Radar Jogja di sekolah setempat (8/2).Menurut Asmuni, pendidikan kewirausahaan di jenjang SD melatih kreativitas siswa sejak dini. Selain itu juga dapat mengembangkan bakat yang dimiliki.Materi kewirausahaan yang diberikan, masih bersifat sederhana seperti membatik, membuat kue, jajanan sekolah serta berkebun. Di SD Mutiara Persada, siswa diajarkan cara berkebun jamur tiram. “Nantinya karya cipta dari siswa dijual. Tapi menjualnya baru sebatas di internal sekolah saja kepada teman-teman mereka,” jelasnya.Selain fokus kepada pengembangan kognitif, pengembangan afektif dan psikomotorik harus diperhatikan sejak dini. Pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga dilakukan di luar kelas.Setiap hari Sabtu, siswa mendapat kesempatan melakukan berbagai kegiatan seperti berolahraga dan melakukan berbagai kunjungan seperti ke museum, tempat pebuatan gerabah dan roti. “Siswa diajak langsung mengamati aktivitas orang-orang di luar sekolah. Dengan begitu mereka mendapat pengalaman tentang lingkungan sekitar,” jelasnya.Sementara itu Kepala Sekolah SD Mutiara Persada, Mulyadi mengatakan pengembangan kemampuan belajar siswa tidak lepas dari peran para guru. Guru menjadi pihak yang bertanggung jawab mencerdaskan siswa. “Guru harus memiliki disiplin tinggi. Pendekatan yang dilakukan kepada siswa bukan lagi pendekatan menyeluruh. Tetapi melalui pendekatan individual. Guru harus memahami setiap bakat dari masing-masing siswa yang berbeda-beda,” kata Mulyadi.Menurut dia, seorang guru harus memahami dasar motede pembelajaran yang digunakan. Meski masih menggunakan standar Kurikulum 2006, materi yang disampaikan juga menunjang seluruh aspek murid.Untuk prestasi, di bidang pelajaran matematika dan IPS, sangat diperhitungkan di Kabupaten Bantul, setelah siswa-siswi SD Mutiara Persada memperoleh Juara dalam ajang OSN (Olimpiade Sains Nasional). “Kami berhasil meraih juara kedua OSN untuk mata pelajaran matematika dan juara pada mata pelajaran IPS,” kata dia. (bhn/iwa)