JOGJA – Provider XL mencatat kinerja yang stabil selama 2013. Pendapatan yang diraih tahun lau sebesar Rp 21,4triliun.Hal ini didorong penetrasi data yang kuat dengan kenaikan pendapatanlayanan datasebesar16 persendari tahun lalu. Pendapatan nonpercakapan memberikan kontribusi 54 persen dari total penggunaan pendapatan. Atau meningkat daritahun lalu 50 persen.Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi mengatakan, layanan data menjadi layanan dengan tingkat pertumbuhan tercepat. Layanan data memberikan kontribusi 23 persendari total pemakaian pendapatan dibandingkan20 persendari tahun sebelumnya.”Selain itu,trafik data juga tumbuh142 persen, dengan total pelanggan data mencapai33juta pelanggan atau sekitar54 persendari total pelanggan XL,” paparnya, kemarin (9/2).Menurutnya, sesuai strategiXLyang fokus berinvestasi pada jaringan infrastruktur layanan data,XLkembali melakukan ekspansi di infrastruktur jaringan data dengan menambah Node B dan BTS 2G di seluruh Indonesia.XLtelah memiliki15.068 Node B, meningkat15 persendari tahun sebelumnya. Total BTS 2G dan 3G mencapai 44.946 BTS.”XL berupaya meningkatkan jaringan melalui modernisasi jaringan 2G dan 3G di mayoritas wilayah di Indonesia, di mana modernisasi ini memberikan kecepatan jaringan yang lebih baik, kapasitas dan efisiensi energi,” jelasnya.Selain itu, produk inovatif dan berbagai penawaran dikenalkan dalam mengurangi penurunan dari layanan suara dan pesan pendek (SMS). Beragam produk tersebut sepertiXLKu,SERBU, SMS Rp 1, danLINE SMS stickeruntuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan meningkatkan penggunaan dari layanan suara dan SMS dari tahun lalu.Hasnul menambahkan, upaya meningkatkan posisi dan kecermatan eksekusi membuat XL bisa meningkatkan momentum operasionalnya, sehingga mencatat pertumbuhan pelanggan sebesar 32 persen.”Kami mengakhiri 2013 dengan 60,5 juta pelanggan,” tegasnya.Selama 2013, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sebesarRp 8,7 triliundengan marjin EBITDA sebesar41persendan laba bersih sebesarRp 1 triliun. XLjuga membelanjakanRp 7,4 triliundalam belanja modalyangmenggunakan kombinasi dana internal dan hutang untuk berinvestasi pada jaringan infrastruktur data.Selama 2013, jumlah hutangXLmeningkat menjadiRp 17,8 triliundari tahun sebelumnyaRp 13,5 triliun. Hutang bersih/ EBITDA meningkat dari1.3xmenjadi1.9x. Ia menegaskan, pada 2014 akan menjadi tahun yang penuh tantangan, namun menarik.Karena, XL fokus melaksanakan strategi dalam layanan data dan setelah mendapatkan semua persetujuan untuk akuisisi dan merger, akan fokus pada penggabungan usaha yang lebih besar agar bisa memberikan nilai lebih padashareholders, customersdan stakeholders.”Kami berharap ini akan mengarah pada industri yang lebih baik dan lebih sehat ke depan,” katanya.(pra/hes)