BUTUH BANTUAN: Warga Wonosari, Semoyo, Patuk, Sujadi, 59, (kiri) bersama keluarganya tinggal di bawah terpal (10/2).
Belum Terima Bantuan, Warga Tidur di Bawah Terpal
PATUK – Bencana angin kencang menyebabkan pohon tumbang di sejumlah wilayah Gunungkidul. Tercatat 12 rumah rusak tertimpa pohon. Di Kecamatan Patuk sejumlah rumah atapnya hancur tersapu angin. Belum adanya bantuan maksimal dari pemerintah membuat para korban bernasib nelangsa, mereka terpaksa tidur di bawah terpal.Warga Wonosari, Semoyo, Patuk, Sujadi, 59, dan warga salak, Patuk, Rubiyo rumahnya rusak terkena angin dua hari lalu. Namun hingga kemarin (10/2) belum ada bantaun pemerintah setempat. Untuk tidur, mereka menggunakan atap dari terpal. Itupun berkat insisiatif warga setempat.”Tapi saya masih bersyukur, saat kejadian tidak ada korban jiwa. Saat kejadian kami di dalam rumah. Kami belum mendapat bantuan dari pemerintah,” kata Sujadi.Dia berharap pemerintah segera memberikan solusi bagi korban yang berasal dari keluarga miskin (gakin). Untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari saja mereka kerepotan apalagi sekarang mereka terkena musibah. “Sementara ini berteduh di bawah tepal, untuk mengantisipasi jika hujan,” kata Sujadi.Sementara itu, Ketua RT 2 Wonosari Sumadiyono menuturkan, selain menimpa rumah, pohon tumbang membuat aliran listrik padam. Putusnya aliran listrik sudah dilaporkan ke PLN dan segera ditangani. Relawan dan masyarakat bahu membahu menyingkirkan pohon yang tumbang. “Peristiwa ini sudah dilaporkan ke Kecamatan Patuk,” terangnya.Kerusakan terjadi pada rumah milik Sujadi, 59; Budi Warsito, 60; Sukeni, 45; dan Harto, 90; keempatnya warga Wonosari, Desa Semoyo. Pohon tumbang juga menimpa rumah Rubiyo, 65, Salak, Semoyo; Sunaryo, 50, warga Srumbung, Pengkok; Supirmadiyono, 45, Ngrancahan, Pengkok.Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Budi Harjo mengatakan, berdasarkan data yang diterimanya, angin kencang juga melanda tiga kecamatan lain. Yakni Wonosari, Rongkop dan Girisubo. Di Girisubo rumah warga Karangawen, Waginem, 70, juga rusak.Sedangkan di Rongkop terdapat empat rumah rusak yakni Sugino, 30; Cipto Suwito, 65; Sumo Wiharjo, 62; Sanusi, 48; seluruhnya warga Melikan, Rongkop. “Kami sudah berusaha menangani korban dengan maksimal,” kata Budi. (gun/iwa)