Pemkab Purworejo tersentil dan berang mendengar kritikan soal car free day (CFD) di Alun-alun Purworejo yang kehilangan greget. Akhirnya, pemkab mencoba mengemas CFD lebih berbobot.Selain itu, penataan pedagang kaki lima, pementasan hiburan, dan pengelolaan parkir dikemas dengan rapi.HENDRI UTOMO, PurworejoADA Yang berbeda pada gelaran CFD, akhir pekan ini.Keramaian menyebar di berbagai penjuru Alun-alun Purworejo. Sejumlah pedagang kaki lima berpadu dengan gerak warga yang datang.Tidak terkecuali, jalan sisi timur Alun-alun Purworejo, tepatnya di seberang SD Maria juga lebih tertib dan tertata dibanding CFD sebelumnya.Jalan Dr Setiyabudi atau depan Pendapa Rumah Dinas Bupati Purworejo juga lebih semarak. Panggung musik didirikan, pentas band, dan seni tradisi ditampilkan anak-anak SMAN 6 Purworejo. “CFD kali ini lebih semarak dan tertib. Sebagai pedagang makanan, saya diuntungkan dan senang,” ungkap Heni, 32, pedagang makanan kuliner di ajang CFD, Minggu (9/2).Pengakuan senada diungkapkan Adit Putra, 28, warga Tambakrejo, Purworejo. Ia datang bersama keluarga, mengaku lebih nyaman dengan penataan yang dilakukan pemkab pada ajang CDF tersebut.Ia bebas berjalan kaki tanpa diganggu pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya menguasai trotoar. “Saya tidak tahu kalau sudah ada penataan. Saat datang kaget juga, kok pedagang di depan Masjid Agung menjadi sedikit. Ternyata pedagang lain dipindah ke Jalan Urip Sumoharjo,” ujarnya.Kepala Kesbangpol Purworejo Bambang Gatot Seno Aji ikut memanfaatkan ajang CFD dengan mengambil bagian pada penataan CFD yang baru. Ia ikut menggelorakan semangat menolak narkoba. “Pementasan musik dan kesenian bertemakan menolak narkoba ditampilkan di ajang seperti ini amat efektif. Karena langsung dilihat warga masyarakat,” katanya.Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Diskoperindagpar Purworejo Titik Mintarsih yang menjadi stakeholder penataan PKL menjelaskan, kerja sama beberapa pihak menjadikan CFD lebih tertata dan tertib. “Respons semua jajaran pemkab dan pihak lain cukup bagus. Kami akan mengevaluasi, terkait pelaksanaan hari ini (kemari, Red) agar ke depan lebih baik lagi,” ujarnya.Sekda Purworejo Drs Tri Handoyo MM menyatakan senang dengan apresiasi masyarakat untuk memanfaatkan CFD sebagai ajang olahraga dan silaturahmi bagi warga Purworejo. “Adanya format baru CFD ternyata bagus. Malah tadi ada yang memindahkan arisan RT ke Alun-alun. Itu menarik. Ke depan, masyarakat bisa mengapresiasikan hal lain melalui kegiatan ini. Pemkab sangat membuka diri,” ucapnya.Pantauan koran ini, terpal biru jadi saksi kentalnya kebersamaan warga Kledung Kradenan. Mereka memanfaatkan Alun-alun untuk menggelar arisan.Kepala Kelurahan Kledung Kradenan, Iqbal Nugroho mengatakan, keputusan menggelar arisan di arena CFD agar rutinitas pertemuan bulanan yang digelar tidak membosankan. Selain melakukan arisan, mereka bisa berekreasi gratis dan mengunjungi Alun-alun Purworejo. “Dari total 130-an jiwa di RT kami, yang berangkat ada 119 orang, baik orangtua dan anak-anak. Keputusan melaksanakan arisan di Alun-alun ini sudah disetujui. Kami juga menggabungkan pertemuan bapak-bapak dan ibu-ibu menjadi satu kegiatan,” ungkap Tumirin, salah satu panitia yang juga guru di SMK YPP Purworejo.(*/hes)