MEMBAHAYAKAN : Warga bergotong-royong membersihkan bangunan rumah yang rusak akibat tertimpa batu berukuran raksasa kemarin (10/2).

  • Bahaya Longsor Masih Mengancam

PRAMBANAN– Kekhawatiran warga bakal tertimpa batu besar dari atas bukit terbukti. Hujan lebat yang terjadi Minggu (9/2) sore menyebabkan tanah di wilayah perbukitan Desa Madurejo, Prambanan longsor.Itu mengakibatkan sebongkah batu raksasa menggelinding hingga menimpa rumah warga. Batu berdiameter lebih dari lima meter itu menghancurkan rumah milik Muh Karjo. Batu menggelinding dari tebing setinggi sekitar seratus meter. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.Kendati begitu, keberadaan batu saat ini mengancam keselamatan sepuluh warga lain yang bertempat tinggal di bawah rumah Muh Karjo. Jika tak segera dievakuasi, sewaktu-waktu batu bisa menggelinding ke lereng yang lebih rendah. “Tanah longsor, tiba-tiba ada batu menghantam dinding belakang rumah,” kata Karjo kemarin (10/2).Batu berukuran sekitar sepuluh kubik memporakporandakan dapur dan seisinya hingga rata dengan tanah. Bahkan, batu terus menggelinding hingga ruang keluarga. Agar tak menggelinding lagi, batu tersebut disangga menggunakan tiang bambu.”Suaranya gemuruh saat batu mengelinding. Kami buru-buru keluar rumah. Ternyata batu menimpa rumah bapak saya,” ungkap Supriyanto, anak Muh Karjo yang melihat pertama kali batu bertengger di rumah orangtuanya itu. Rumah Muh Karjo bersebelahan dengan milik Supriyanto.Agar tidak membahayakan warga lain, Muh Karjo dibantu tetangga gotong royong membenahi rumahnya sampai kemarin siang. Warga berencana menghancurkan batu menjadi bongkahan kecil untuk meminimalisasi bahaya dan agar lebih mudah dievakuasi.Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BadanPenanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman makwan menyatakan, kondisi permukiman warga belum aman. Sebab, di sisi utara sebelah atas tebing masih terdapat batu berukuran jumbo. Batu itu bisa runtuh jika tanah longsor. “Meski ukuran lebih kecil tapi tetap bahaya,” katanya.Makwan mengimbau warga selalu waspada. Salah satu upaya antisipasi dengan membuat pengaman alami. Yakni dengan menanam pepohonan di lereng perbukitan. Dari pengalaman, lanjut Makwan, vegetasi alam mampu menahan atau setidaknya mengurangi laju kecepatan batu saat tergelincir ke bawah. (yog/din)