Pengacara dan Rumah Sakit Soal Penyakit Idham
JOGJA –Rencana penyidik Kejati DIJ memeriksa secara maraton mantan Bupati Bantul Idham Samawi (IS) yang menjadi tersangka hibah Persiba Rp 12 miliar menghadapi kendala. Sebab, saat hendak diperiksa kemarin (10/2), Idham tak datang ke kejati.”Hari ini (Senin kemarin) tersangka IS tak memenuhi panggilan penyidik,” kata Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati DIJ Purwanta Sudarmaji SH kemarin.Menurut Purwanta, Idham beralasan tak hadir karena sakit. Informasi sakitnya Idham itu juga disampaikan penasihat hukumnya Augustinus Hutajulu SH. Ia mendatangi kejati untuk menyampaikan surat keterangan dokter dan permohonan penundaan pemeriksaan kliennya. Hanya, Purwanta tak bisa membeberkan perihal sakit yang diderita suami Bupati Bantul Sri Suryawidati tersebut.”Tersangka IS menjalani perawatan (opname) di RSUD Panembahan Senopati. Dari keterangan dokter, opname sejak Minggu malam (9/2) hingga Rabu (11/2) mendatang,” tandas mantan Kasi Pidsus Kejari Kendal ini.Tidak datangnya Idham itu sempat menimbulkan spekulasi. Beredar kabar, ketidakhadiran Idham pada panggilan keempat ini merupakan bagian dari strategi menghindari pemeriksaan yang rencananya dilakukan secara maraton oleh penyidik.Yakni, pemeriksaan akan dilakukan seminggu dua kali pemeriksaan. Kabar lain, Idham kelelahan usai mengikuti rapat internal DPP PDI Perjuangan di Jakarta. Ditambah lagi, memikirkan kisruh suporter Persiba yang mengakibatkan salah seorang superter Persiba bernama Jupita opname di RS Panti Rapih.Untuk memastikan kondisi Idham, Ketua Tim Penyidik Pindo Kartikani SH langsung memerintahkan anak buahnyk melakukan verifikasi. Dari hasil penelusuran penyidik diketahui Idham menjalani rawat inap di RSUD Panembahan Senopati Bantul.”Sudah kami cek dan benar tersangka IS memang sakit,” tandas Purwanta.Ditanya apakah penyidik akan menerjunkan tim kesehatan internal? Purwanta menjelaskan untuk sementara kejaksaan tak menerjunkan tim dokter. Penyidik masih percaya ketidakhadiran Idham murni karena sakit bukan untuk menghindari pemeriksaan.”Kami hormati hak asasi tersangka. Ini kan baru yang pertama. Jika nanti berulang tidak menuntup kemungkinan kami akan terjunkan tim dokter sendiri untuk memastikan kondisi kesehatan tersangka,” papar jaksa asal Imogiri, Bantul ini.Untuk mempercepat proses penyidikan, penyidik sudah menjadwalkan ulang pemeriksaan Idham. Rencananya, Idham akan diperiksa Kamis (13/2) mendatang. Sedangkan tersangka Edy Bowo Nurcahyo tetap akan diperiksa hari ini (11/2). “Surat panggilan ulang sudah dikirimkan hari ini (kemarin),” jelas Purwanta.Jika pada panggilan ulang tersangka Idham tetap mangkir, tak ada jalan lain kemungkinan penyidik akan menggunakan upaya paksa. Upaya jemput paksa itu akan dilakukan apabila tersangkan mempersulit atau menghambat proses pemeriksaan.”Yang jelas penyidik diberikan kewenangan penuh sesuai KUHAP,” terangnya.Ketua Tim Penasihat Hukum Idham Samawi, Augustinus Hutajulu SH mengatakan, kliennya tak dapat memenuhi panggilan penyidik. Alasannya, kondisi kesehatan Idham bermasalah dan harus menjalani perawatan intensif di RSUD Panembahan Senopati. Sebagai bukti, Augustinus menyampaikan surat keterangan dokter dan meminta penundaan pemeriksaan.Dari keterangan dokter, Idham membutuhkan waktu istirahat tiga hingga empat hari ke depan. Ia memastikan kliennya siap memenuhi panggilan ulang penyidik bila kondisi kesehatan sudah pulih.”Asam lambungnya kambuh sehingga memicu sesak napas,” terang Augustinus.Keterangan soal penyakit Idham yang disampaikan pengacaranya itu ternyata berbeda dengan penjelasan RSUD Panembahan Senopati Bantul.Humas RSUD Panembahan Senopati Pambudi mengatakan, tim medis masih melakukan observasi atas penyakit yang dikeluhkan Idham. “Saat ini masih dalam perawatan tim dokter. Tim dokter juga telah mengambil sampel darah untuk dilab,” ungkapnya.Menurut dia, hasil observasi tersebut akan diketahui pada dua hari ke depan. Karena itu, saat ini tim dokter masih belum mengetahui penyakit mantan manajer Persiba tersebut.Apa keluhan Idham tersebut berkaitan dengan penyakit jantung yang dideritanya selama ini? Pambudi mengaku tak berwenang memberikan keterangan. Sebab, hal tersebut merupakan ranah tim dokter.Terpisah, Direktur RSUD Panembahan Senopati I Wayan Sudana mengatakan, semula suami Bupati Bantul Sri Surya Widati ini masuk unit IG. Kemudian, dipindah ke ruang rawat inap VIP paviliun Edelweis.”Sampai saat ini masih dirawat di ruang VIP,” terang Wayan kemarin (10/2).Saat menjalani perawatan Idham ditangani dokter spesialis penyakit dalam bernama Waisul Khoroni. Tak ada perlakuan khusus yang diberikan kepada Idham. Wayan mengaku tak mengetahui berapa lama Idham akan menjalani rawat inap di rumah sakit pelat merah tersebut.”Ya kalau berapa lama murni betul-betul kewenangan medis,” ungkapnya.Di depan ruang inap VIP Paviliun Edelweis tampak duduk sejumlah petugas Satpol PP, dan anggota keluarganya. Sejumlah PNS dan pejabat teras pemkab satu persatu membesuk mantan orang nomor satu di Bumi Projo Tamansari itu.”Tapi mereka cuma di depan (ruang). Ada banyak sih,” terang seorang petugas Satpol PP.Selain sejumlah anggota keluarga, Idham juga ditemani isterinya Sri Surya Widati saat berada di RSUD. “Ibu (bupati) dari tadi malam di sini,” sambungnya. (zam/mar/kus)