JOGJA – Peringatan Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta terhadap potensi bahaya yang dipicu angin kencang pada Februari terbukti. Kemarin siang (10/2) sekitar pukul 14.13 sebuah pohon beringin yang berdiri di Jalan Lempuyangan, Jogja, tumbang.
Pohon itu roboh akibat terjangan angin kencang. Saat itu Kota Jogja diguyur hujan deras. Pohon melintang jalan raya.
Tak ada korban akibat kejadian itu. Sebab, saat itu tak ada kendaraan yang melintas.
“Hanya pohon kecil. Tidak ada korban jiwa,” tandas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Agus Winarto.
Agus menjelaskan, selama Februari pihaknya memang mendapatkan peringatan dari BMKG Jogjakarta. Instansi yang memantau cuaca, iklim, dan bumi tersebut memeringatkan seluruh BPBD di DIJ untuk waspada menghadapi puncak musim penghujan yang diprediksi Februari ini.
Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Jogja telah memetakan potensi terjadinya pohon tumbang selama musim hujan. BLH mencatat ada 40 titik rawan yang tersebar di berbagai wilayah di Kota Jogja.
“Pohon tumbang yang rentan ada di wilayah Ngampilan, Kotabaru, Jalan Jenderal Sudirman, dan Jalan Senopati,” ujar Kepala BLH Kota Jogja Irfan Susilo.
Irfan menuturkan, antisipasi pohon tumbang terus mereka lakukan. Meski sebelum memasuki musim penghujan, jajarannya telah memangkas ranting pohon yang dinilai dapat membahayakan. “Sekarang juga masih kami lakukan,” lanjutnya.
Intensitas pemangkasan ranting pohon mulai berkurang seiring hujan yang turun setiap hari. Meski demikian, BLH tetap siaga dan siap bergerak untuk menangani jika ada pohon roboh.
“Untuk pohon milik pribadi, kami minta warga aktif melapor kalau menemukan pohon yang rawan tumbang,” lanjutnya.
Irfan menambahkan, pihaknya cukup kesulitan menertibkan pohon perindang yang berada di persil pribadi dan perkantoran. Sebab, kewenangan pemangkasan menjadi hak pemilik persil. BLH baru bisa memangkas jika ada permintaan pemangkasan dari pemilik.
Kepala Seksi Bagian Informasi dan Data BMKG Jogjakarta Tony Agus Wijaya mengungkapkan, berdasarkan pengamatan terungkap hujan ringan masih akan mengguyur Kota Jogja dan sekitarnya. Hujan dengan intensitas ringan tersebut turun tak tentu.
“Kecepatan anginnya 12 kilometer per jam. Jadi, tidak terlalu kencang,” imbuhnya.
Ia mengatakan, saat ini ancaman gangguan cuaca masih bisa saja terjadi. Ini mengingat awan masih berkumpul di Samudera Hindia.
Setiap ada tiupan angin dari laut ke darat potensial berubah memicu hujan deras disertai angin kencang. “Kecapatannya antara 9 kilometer sampai 27 kilometer per jam,” terangnya. (eri)