PERSIAPAN: Para pekerja merakit kotak suara untuk Pemilu 2014, kemarin.
WATES – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kulonprogo mulai melakukan penyusunan kotak suara untuk Pemilu Legislatif (Pileg) 2014. Penyusunan kotak suara itu dilakukan di pos polisi lalu lintas Polsek Wates di Jalan KH Wahid Hasyim, Bendungan, Wates. Untuk menyusunnya, sebanyak 15 pekerja lepas dikerahkan dengan upah Rp 2.000 per kotak suara.Penyusunan kotak suara dimulai pukul 09.00, pekerja lepas satu per satu mulai menyusun kotak suara di lantai dua pos polisi. Untuk merangkainya, para pekerja mengalami kesulitan karena lubang untuk memasang baut terlalu kecil sehingga membutuhkan waktu 10 sampai 15 menit untuk satu kotak suara.”Pemasangannya cukup sulit, karena lubang untuk tempat baut terlalu kecil. Sedangkan kotak suara juga tidak terlalu besar,” kata Kuswanto, salah seorang pekerja lepas (10/2).Jumlah kotak suara yang harus disusun 3.948 yang akan disebar ke 987 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Sedangkan setiap TPS berjumlah empat kotak suara. Selain itu, pemilihan lokasi penyusunan kotak suara terbilang representatif mengingat jaraknya tidak jauh dengan KPU Kulonprogo sehingga memudahkan untuk mengeceknya.Ketua KPU Kulonprogo Muh Isnaeni mengatakan, kotak suara tersimpan dalam gudang dalam bentuk terurai. Kemudian, mulai kemarin seluruh kotak suara mulai disusun selama dua minggu ke depan.”Selama ini kami simpan di gudang dalam bentuk terurai. Mulai hari ini kotak suara kami setting (rakit) untuk digunakan pada pemilu mendatang,” kata Isnaeni di KPU Kulonprogo.Dia juga melakukan pengawasan saat penyusunan kotak suara di pos polisi Polsek Wates. Hal itu dilakukan untuk memastikan kualitas hasil perakitan rapi dan kuat sehingga siap digunakan untuk kotak suara pada pemilu nanti.Isnaeni mengatakan pada 2012 KPU Kulonprogo telah melakukan stock opname terhadap kotak suara yang ada. Hasilnya ditemukan ada beberapa kotak suara yang rusak, sedangkan pengadaan jumlah kotak suara di pemilu sebelumnya berjumlah lebih dari 4.000 unit.”Jumlah TPS Pemilu tahun ini sama dengan jumlah TPS Pemilu 2009, jadi kotak suara yang kami miliki masih mencukupi. Sisanya ada yang dipinjam Bantul, sekitar 100 unit tapi kami juga masih punya cadangan,” jelasnya.Selain kesiapan penyusunan kotak suara, KPU Kulonprogo telah mengonfirmasi jika kelengkapan lainnya seperti alat tulis, alat coblos dan bantal, serta id card panitia dan saksi sudah siap sejak 2013. Selain itu seluruh perlengkapan harus tersedia di TPS satu hari sebelum hari H pemungutan suara.”Untuk surat suara, informasi dari Jakarta, sekarang proses cetak. Surat suara ini langsung dari pusat, kami perkirakan pencetakan surat suara juga tidak lama, rencananya awal Maret 2014 sudah mulai bisa kami sortir dan lipat,” ujarnya.Sedangkan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) belum terbentuk. Tahapan pembentukan KPPS yang ditempuh tanpa jalur seleksi itu sudah mulai sejak 9 Februari 2014 sampai 9 Maret 2014.”KPPS untuk setiap TPS berjumlah tujuh orang, dua di antaranya merangkap keamanan. Lalu untuk persyaratan kategori pendidikan, kami masih menunggu instruksi KPU pusat,” kata dia. (fid/iwa)