BANTUL-Persiba Bantul terancam tidak dapat bermain di Stadion Sultan Agung (SSA) dalam sisa laga kandang mereka di kompetisi Indonesian Super League (ISL) 2014. Hal ini sebagai buntut dari bentrokan antarsuporter yang terjadi pada laga Persiba kontra Persiram Raja Ampat di SSA Sabtu (8/2) lalu.Bentrokan suporter tersebut memunculkan dampak yang cukup parah. Kaur Bolo Paserbumi Jupita saat ini terbaring kritis di Rumah Sakit (RS) Panti Rapih akibat mengalami pendarahan hebat di otaknya. Adapun satu lagi pengurus Paserbumi, Kecik menderita patah tulang di tangan kirinya akibat diinjak-injak suporter lain.Kapolres Bantul AKBP Surawan menyayangkan terjadinya bentrokan ini.Sebab sebelumnya, Bantul merupakan tempat yang cukup aman untuk menggelar sebuah pertandingan sepak bola. “Tentunya sangat disayangkan ya mengapa peristiwa ini bisa terjadi. Sebab sebelumnya laga kandang Persiba terbilang aman,” katanya.AKBP Surawan sendiri meminta masalah antara Paserbumi dan Curva Nord Famigia (CNF) segera terselesaikan. Jika kedua suporter serta pihak Persiba belum menemukan solusi untuk mengakhiri bentrokan sesama suporter Laskar Sultan Agung, Polres Bantul bisa membekukan izin pertandingan kandang Eduardo Bizarro dkk.Jika pun tidak membekukan Polres Bantul bisa memberi keputusan yang sama pahitnya. Yakni tetap mengizinkan Persiba berlaga di Bantul namun tidak disaksikan penonton.”Intinya seluruh pihak harus menemukan titik temu untuk menyudahi permusuhan supporter ini. Jika tidak mungkin kami tidak mengizinkan suporter menyaksikan Persiba berman di kandang,” tandasnya,Manajer Persiba Hanung Rahardjo berharap pembekuan laga kandang atau izin keramaian tidak terjadi. Sebab, jika hal ini benar-benar dijatuhkan, maka Persiba sudah pasti kehilangan pemasukan dari tiket pertandingan home.Dengan demikian, subsidi PT LI sebesar Rp 2 miliar bakal menjadi satu-satunya pemasukan Laskar Sultan Agung di musim ini. Itupun bakal dicairkan PT LI secara berkala. Rencananya Februari ini PT LI bakal mencairkan Rp 1 miliar terlebih dahulu.”Kalau kami hanya mengandalkan subsidi itu juga sangat merugikan tentunya. Sebab kan pengeluaran Persiba dalam satu musim otomatis lebih dari Rp 2 miliar,” terang mantan lurah Paserbumi tersebut.Di bagian lain, Pelatih Persiba Sajuri Said sedang memantau bek kiri asal Persipasi, Bekasi Idris Affandi. Rencananya Idris bakal diplot sebagai pelapis Didik Ariyanto yang kini tengah mengalami cedera engkel.Sajuri mengatakan, Idris bakal dipantau selama tiga hari. Jika cocok, maka dia bakal direkomendasikan pada manajemen untuk dinegosiasi. ” Ada waktu tiga hari untuk Idris. Selain dia saya juga lagi melihat Inner Santoni Putra. Tapi untuk Inner dia hanya diproyeksikan membela Persiba U-21,” katanya.Sajuri enggan terjebak dengan polemik dicabutnya izin pertandingan kandang Persiba. Untuk itu dia tetap menyiapkan tim untuk melanjutkan petualangan di ISL 2014. “Pagi besok (pagi ini kami akan melakukan latihan fisik di Goa Selarong,” imbuhnya. (nes/din)