Kain beludru sudah dipakai dari masa ke masa. Kain ini tidak terbatasi adanya tren yang ada. Teksturnya yang halus dan lembut, terbuat dari bahan sintetis dan bertumpuk dengan serat lainnya seperti katun, nilon dan polyester. Kain ini menjadi pilihan para perempuan Jawa sebagai bahan untuk busananya.Meski kain halus ini juga banyak digunakan untuk membuat aksesori lainnya. Namun beludru sejak dulu sudah dikenal sebagai bahan untuk membuat kebaya, busana perempuan Indonesia yang hingga kini terus berkembang.Terinspirasi gaya busana Jawa, terutama perempuan yang mengenakan bahan beludru, perancang Indraty Setyawan mengangkat beludru dalam rancangan terbarunya. Dengan tema Immortal yang berarti kekal atau abadi. Indraty mencoba mengaplikasikan kain yang tak lekang waktu ini dalam siluet modern yang glamour. “Saya padukan antara beludru dengan batik klasik untuk bawahannya menjadi busana cocktail,” ujar Indraty saat menggelar mini show di The Phoenix Hotel Jogja belum lama ini.Salah satu perancang yang tergabung dalam Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) DIJ ini juga menghadirkan detail klasik kebaya dalam dress rancangannya. Seperti detail pada bagian kerah dan depan busana yang masih mengambil garis kebaya klasik.Detail kebaya tetap kental, baik itu dalam potongan lengan panjang maupun tanpa lengan. Sedangkan untuk bawahannya, dirinya mengambil batik tulis dengan motif klasik dengan potongan A-line yang membuat busana ini tampak elegan.Memperkuat kesan etnik yang glamour, pemilik butik IN’Style ini mengambil warna klasik yakni sogan. Dengan aplikasi payet, batu-batuan dan aplikasi etnik lainnya. Menggabungkan nuansa glamour dan etnik, dirinya menetralkan dengan aksesori tembaga yang banyak diletakan di bagian pinggang. “Secara keseluruhan desainnya simpel, bisa dikenakan sebagai gaun malam untuk ke pesta,” tuturnya.Indraty menambahkan jika terkena efek lampu, kain beludru juga memberikan kesan warna yang berbeda. Inilah yang menambah kesan mewah dari kain beludru. Untuk perawatan kain ini juga tidak sulit. Agar permukaan kain tetap halus dan tidak bladus, saat penyimpanan cukup dilipat dan hindari menggunakan hanger. “Kasih saja kapur barus di pojokan lemari,” ujar Indraty. (dya/ila)