MELIHAT asyiknya Katy Perry saat bertualang ke Afrika dalam video klip Roar mengingatkan pada kisah fiksi Indiana Jones saat berkelana mencari harta karun. Segala rintangan dan jebakan mampu dihadapi. Terinspirasi petualangan keduanya yang nyaman bertualang mengenakan baju safari, Wulan Soedarto mengembangkan imajinasinya dan mengaplikasikan dalam rancangan bertajuk Indiana Jones Safaroar.Kisah petualangan dimunculkan dalam rancangannya dengan potongan androgini. Menampakkan kesan maskulin namun tetap menonjolkan sisi feminin yang kuat lewat detail dan siluetnya. “Petualangan yang cenderung berkesan maskulin, pada rancangan ini saya terapkan ke busana muslim dengan tidak menghilangkan sisi femininnya,” ujar Wulan tentang koleksi yang ditampilkan saat Annual Show PAPMI beberapa waktu lalu.Masih berporos pada tren 2014, cutting androgini dimunculkan dalam bentuk blazer dengan siluet tegas dan busana safari. Perancang yang aktif di dunia fesyen sejak tahun 2012 ini memadukan blazer sebagai luaran dengan bawahan celana aladin. Juga dengan dress terusan, long coat dan dress selutut. Padupadan dua atau tiga jenis busana ini juga dapat dikenakan terpisah. Tidak hanya bagi muslimah yang memadukan dengan hijab, namun juga untuk busana casual biasa.Dalam mewujudkan rancangannya, pemilik label Innara de Ethnico ini juga berpetualang dengan material bahan. Desainer Wulan konsisten mengangkat kain-kain tradisional. Pada rancangan ini dirinya mengambil keindahan kain tenun Troso yang dipadukan dengan material modern seperti linen, kulit sintetis strech dan semi wol. Kesan maskulin juga disisipkan lewat detail beads yang diberikan, misalnya pada bagian kerah. “Tenun Troso motifnya unik, karena para perajin bisa mengadaptasi motif dari daerah lain dan mengembangkannya. Mengimbangi motif dan warnanya saya banyak memakai kulit sintetis,” paparnya.Khusus warna, dirinya mengambil warna tanah. Seperti cokelat, cokelat tua, biru dongker, abu-abu, dan warna soft yakni hijau pupus, hijau tua, orange, salem dan kuning. “Warna yang terang agar tidak mencolok saya kombinasi dengan palet warna soft,” ujarnya.Tidak terlepas dari misi untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat busana muslim di tahun 2020, Wulan ingin turut andil dengan mengeluarkan rancangan busana muslim yang stylist, edgy dan modern. Namun tidak meninggalkan kaidah agama. “Busana ini bisa dikenakan untuk perempuan usia 25 hingga 35 tahun, atau mereka yang ingin terlihat modis tanpa harus tampil buka-bukaan,” ujar Wulan. (dya/ila)