PURWOREJO – Gudang SMP Bhakti Mulia Purwodadi, Kecamatan Purwodadi, Purworejo terbakar, Minggu (9/2) petang. Warga yang mencoba memadamkan api terkendala, lantaran pintu gerbang sekolah terkunci karena posisi sekolah tengah libur.Api baru bisa diredam setelah warga mendobrak pintu gerbang dan memadamkan api dengan peralatan seadanya. Beruntung, lokasi sekolah dekat saluran irigasi. Ini membuat warga mudah mendapatkan air.Meski begitu, api tetap sulit dipadamkan. Akhirnya, dua unit mobil pemadam kebakaran datang dan api baru dijinakkan satu jam kemudian. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Hanya, kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.Saksi mata, Budi Winarso, 38, warga Purwodadi mengungkapkan, pertama kali melihat gedung terbakar dan sebagian atap runtuh, sehingga menimbulkan suara keras. “Kebetulan saya tengah melintas di depan kompleks sekolah. Mendengar suara bruk, saya menoleh. Ternyata asap tebal mengepul dari salah satu ruangan di sekolah tersebut,” ungkapnya.Budi melanjutkan, niat berkunjung ke tempat familinya yang tak jauh dari sekolah diurungkan. Ia yang berboncengan dengan satu rekannya lari masuk ke dalam sekolah. Ia mendapati pintu terkunci. Lantas, ia memberitahu warga sekitar untuk membantu masuk ke dalam lingkungan sekolah.Kemudian, warga mendobrak pintu gerbang dan masuk ke dalam guna melakukan upaya pemadaman. “Saat warga masuk mendobrak pintu tersebut, saya berinisiatif menghubungi pemadam kebakaran BPBD Purworejo. Karena api membumbung tinggi. Kalau tidak melakukan tindakan dengan cepat, saya khawatir api menjalan ke ruangan lain,” tandasnya.Kepala Sekolah SMP Bhakti Mulia Purwodadi Suprapto mengatakan, saat kebakaran kondisi sekolah dalam keadaan kosong. Namun, biasanya ada penjaga yang stand by meski sekolah libur.Sedangkan ruangan yang habis terbakar adalah bangunan lama yang belum tersentuh renovasi sejak dahulu. “Di sebelahnya ruang laboratorium komputer dan ruang Kelas VII A. Beruntung, tadi warga sigap memadamkan api. Kalau tidak, mungkin merembet ke ruangan itu. Karena jaraknya berhimpitan,” katanya.Menurut Suprapto, ruangan yang terbakar merupakan gudang penyimpanan mebel dan peralatan elektronik sekolah. Karena barang yang ada di dalamnya mudah terbakar, sehingga upaya pemadaman sulit dilakukan. “Penyebab kejadian dan kerugian masih diselidiki pihak kepolisian.Dugaan sementara kebakaran akibat konsleting listrik. Kerugian mencapai puluhan juta rupiah,” imbuhnya.Ia menambahkan, kendati terjadi musibah kebakaran, pihak sekolah tak meliburkan siswa dan aktivitas belajar-mengajar akan dilaksanakan. “Kan yang terbakar hanya gudang. Jadi, saya rasa tidak mengganggu aktivitas belajar siswa. Anak-anak tetap masuk dan belajar seperti biasa,” katanya.(tom/hes)