MUNGKID – Hujan yang mengguyur wilayah kaki Gunung Sumbing, kembali mengakibatkan bencana tanah longsor. Kali ini, bencana tanah longsor di Dusun Krajan, Pandansari, Kajoran mengancam 20 jiwa.Tak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut. Hanya, satu rumah nyaris hancur terbawa material tanah longsor.Satu keluarga, Suwarto Suwardimengungsi ke rumah tetangga. Pekarangan rumah pria berusia 60 tahun ini nyaris hilang, karena terbawa material longsoran. Jarak dinding rumah dengan tebing kurang dari satu meter.Teras rumah yang sebagian hancur, telah dibongkar dengan alasan keamanan.Peristiwa bermula saat hujan mengguyur Kabupaten Magelang, Sabtu (8/2) petang. Tepat pukul 19.30, teras rumah yang dihuni lima anggota keluarga tiba-tiba longsor. “Saya habis dari sungai. Tiba-tiba mendengar suara gemuruh cukup keras. Kemudian, teras rumah ambrol terbawa material longsoran,” ungkap Suwardi yang saat kejadian di luar rumah, kemarin (10/2).Setelah suara gemuruh, teras samping rumah Suwardi sudah terbawa material tanah longsor di kedalaman 15 meter. Lebar longsoran diperkirakan mencapai 10 meter.Kepala Desa Pandansari Hariyono menjelaskan, selain mengancam rumah Suwardi, bencana tanah longsor juga mengancam 20 jiwa. Sementara, ada tujuh rumah yang ada dalam posisi paling rawan. Tujuh rumah yang terancam milik Suwarto Suwardi, 60; Romlan, 50; Tamri, 43; Samri, 55; Saridah, 50; Supriyadi, 45; Marsindi, 61.Serta satu kandang kambing.Hariyono menyebut, selain tanah gembur, penyebab bencana tanah karena hujan yang mengguyur wilayah tersebut. Kemungkinan, air hujan masuk ke lubang tanah dan menyebabkan longsor.”Tebing ini merupakan bencana tanah longsor yang kedua kali.Sebelumnya, terjadi pada 2011,” jelasnya.Untuk sementara waktu, beberapa warga yang rumahnya terancam mengungsi ke tetangga. ia berharap, pemerintah segera mengambil langkah menanggulangi kejadian ini.Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Sujadi telah menerima laporan adanya bencana tanah longsor. Selanjutnya, Pemkab Magelang ke lokasi. Sujadi juga memberikan bantuan berupa logistik untuk keperluan warga saat gotong royong.”Penyebab tanah longsor karena curah hujan dan tanah gembur. Di sisi lain, pemukiman penduduk ada kolam air yang belum permanen.Sehingga dari kolam itu banyak air yang meresap ke tanah,” jelasnya.Mantan Kepala Bagian Tata Pemerintahan ini mengimbau warga tetap waspada. Bencana mengancam siapa saja. Warga diminta siaga menyikapi alam yang selalu berubah.Selain di Desa Pandansari, Kajoran, bencana serupa juga terjadi di Desa Krasak, Kecamatan Salaman. Tepatnya, bencana tanah longsor di Dusun Gejiwan RT 02/ RW 01. Bencana longsor setinggi lima meter dan panjang 15 meter mengancam rumah Jariyah. Tak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut. Hanya, rumah Jariah bisa terbawa material longsoran saat hujan deras.ady/hes)