BUKA TABIR: LBH Jogja melakukan audiensi dengan Satreskrim Polres Kulonprogo kemarin.

LBH Jogja Dorong Polres Ungkap Kasus Kematian Nurohim
Tewasnya Nurohim, warga Banyuroto, Kecamatan Nanggulan, Kulonprogo masih menyimpan misteri. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jogja kemarin melakukan audiensi dengan Satreskrim Polres Kulonprogo untuk menanyakan proses penyidikan pengungkapan kematian Nurohim itu.
ALI MUFID, Wates
KEPALA Departemen Advokasi LBH Jogja Hamzal Wahyudin mengatakan, melihat perkembangan dalam kurun tiga bulan sejak mayat Nurohim ditemukan, LBH Jogja menilai hal itu terlalu lama. Meski dalam audiensi kali ini, penyidik polres sudah menunjukan kemajuan dengan memeriksa dua tersangka. “Ada kemajuan yang dilakukan penyidik. Termasuk mengirimkan surat permohonan ke RSUP Dr Sardjito untuk otopsi Nurohim,” kata Hamzal usai audiensi dengan Sat Reskrim Kulonprogo (10/2).Dia mendorong penyidik Polres Kulonprogo memastikan penyebab kematian Nurohim. Bahwa korban ditemukan tewas di dekat rel KA di Kelurahan Kedungsari, Desa Kedungsogo, Kecamatan Sentolo. Mayat itu lalu dimakamkan di dusun Kedungsogo karena tak diketahui identitasnya.Hamzal mewakili keluarga korban optimistis dan mendukung penuh kepolisian segera menuntaskan kasus ini. Termasuk mengungkap siapa dalang dugaan pembunuhan terhadap Nurohim. LBH Jogja juga mendukung langkah penyidik dalam upaya otopsi untuk memastikan tewasnya Nurohim. “Harapan kami, Polres Kulonprogo dapat menuntaskan lebih cepat siapa dalang pembunuhannya. Sehingga keadilan dapat diperoleh keluarga,” ujarnya.Ibu almarhum Nurohim, Sanikem ,43, berharap agar polisi bisa segera merampungkan kasus kematian anaknya. Jangan sampai kasus ini berlarut-larut. Apalagi keluarga korban belum mengetahui penyebab kematian korban. “Saya ingin kasusnya cepat selesai. Jangan terlalu lama seperti ini,” kata Sanikem.Kasat Reskrim Polres Kulonprogo, AKP Ricky Boy Sialagan membenarkan sejauh ini telah meminta keterangan terhadap dua tersangka. Keduanya berinisial Bag, 27, dan Snb, 26, keduanya warga Sidowayah, Sukoreno, Sentolo. Pihaknya masih terus mendalami penyidikan sehingga bisa diperoleh keterangan yang utuh untuk membuktikan siapa dan penyebab kematian Nurohim. “Tentu kami perlu melengkapi keterangan dan barang bukti. Saya rasa, sinergitas dengan LBH Jogja bisa membuahkan hasil sesuai yang diharapkan,” kata Ricky.Satreskrim Polres Kulonprogo telah mengajukan permohonan ke RSUP Dr Sardjito Jogja untuk melakukan otopsi terhadap tubuh korban. Hasil itu untuk melengkapi berkas penyidikan sekaligus mengetahui penyebab secara pasti kematian korban. (*/iwa)