JOGJA – Universitas di Jogjakarta semakin bersaing dalam hal kualitas. Guna melakukan hal tersebut, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogjakarta mengembangkan kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi (PT) di Eropa dan Australia.Rektor UAD Kasiyarno menjelaskan kunjungan UAD ke dua negara di benua Eropa dan Australia dalam rangka persiapan kerjasama riset, pertukaran tenaga pengajar, pengiriman staf untuk studi S-3. Kerjasama tersebut dilakukan bersama University of Olderburg di Jerman dan Leiden University Medical Centre (LUMC) dan Universitas of Groningen (RUG) di Belanda. “Kerjasama konkret bidang akademik terutama yang ditawarkan dalam skema pembiayaan dari Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI,” jelas Kasiyarno (10/2).Kasiyarno memaparkan bentuk kerjasama dengan RUG dilaksanakan dalam bidang farmakogenetik penyakit tuberkulosis. Penelitian tersebut merupakan kolaborasi internasional dengan dana Hibah Dikti di bidang farmasi.Sementara itu dalam kunjungannya ke Leiden, UAD berencana menjalin kerjasama penelitian, pengiriman staf untuk studi S-3 serta pertukaran staf akademik. Karjasama dengan Leiden sudah dirintis oleh Fakultas Farmasi UAD melalui penelitian dan publikasi pada 2011 terkait farmakogenetik pasien kanker, farmokoekonomi dan behaviour of medicine. “Kami juga telah mengundang staf akademik dari LUMC sebagai visiting professor di Fakultas Farmasi dan Psikologi UAD pada Oktober 2013 dan akan dilanjutkan Oktober 2014,” kata Kasiyarno.Dia mengatakan bersama University of Oldenburg Jerman, UAD melakukan kunjungan perpustakaan dan diperkenalkan dengan tatakelola perpustakaan yang modern. Termasuk, riset terkait energi terbarukan. “Kami mendapatkan informasi baru mengenai pengembangkan kampus. Dan ini akan dijadikan referensi bagi UAD untuk mengembangkan fasilitas perpustakaan dan riset,” katanya.Kasiyarno mengatakan, bentuk kerjasama dengan ketiga universitas tersebut akan dituangkan dalam bentuk MoU. Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasra DIJ ini berharap dengan kerjasama tersebut tercapai kemajuan dan prestasi akademik baik mahasiswa maupun lulusannya.Selain ketiga negara tersebut, UAD juga menjalin kerjasama dengan Australia, University of Tasmania di bidang riset teknologi. Adapun program kerjasama yang dilakukan selain pengembangan riset juga kerjasama terkait pengembangan sumberdaya manusia.Sementara itu Kepala Lembaga Penelitian dan Pengembangan UAD Widodo menjelaskan, saat ini ada salah seorang dosen Fakultas Farmasi UAD di Leiden. Dosen tersebut lulus kompetensi penelitian internasional dibiayai Dikti. “Leiden menyediakan sarana dan prasarana terkait penelitian Farmakologi. Penelitian seperti ini hanya bisa diberikan kepada dosen yang memenuhi kualifikasi dan tema yang diangkat oleh Dikti,” katanya. (bhn/iwa)