JOGJA – Memasuki awal tahun, penjualan mobil bekas belum kembali bergairah seperti sebelumnya. Terlebih setelah masuknya low cost green car (LCGC) atau sering disebut mobil murah, penjualan mobil bekas cenderung turun. Meskipun begitu masih ada masyarakat yang berburu mobil bekas untuk tipe-tipe tertentu.Kondisi tersebut paling tidak bisa dilihat di Showroom Oto Bursa TVRI. Jika sebelumnya bisa menjual hingga 12 unit perbulannya. Saat ini sebulan rata-rata hanya bisa menjual delapan unit saja. “Pasar mobil bekas masih sulit bangkit di periode awal tahun ini. Salah satunya pengaruh mobil LCGC, juga karena kondisi ekonomi politik jelang Pemilu,” ujar Pengelola Istana Mobilindo Erna kemarin (12/2).Menurutnya mobil-mobil murah bertipe city car belum sepenuhnya memukul mundur pasar mobil bekas. Namun, pasar mobil bekas tahun ini akan sulit pulih jika produsen mobil LCGC makin rajin mengeluarkan varian baru dan mengambil semua segmen pasar mobil bekas. “Ketika kencang dengung keluarnya mobil murah, pasar mobil bekas sempat anjlok lebih dari separo. Tetapi belakangan mulai pulih meski pelan,” ujarnya. Erna juga memperkirakan pasar mobil bekas makin sulit karena harga akan makin terkoreksi dengan lesunya penjualan dan pertambahan umur mobil bekas. Misalnya saja untuk mobil sekelas Picanto biasanya seharga Rp 125 juta, kini hanya dapat dijual Rp 110 juta. Selain itu, jumlah transaksi juga menurun jika semula 10 sampai 12 unit per bulan menjadi 4 hingga 5 unit saja per bulan.Selain soal kualitas dan fisik mobil, diakuinya ada strategi lain untuk tetap bisa menarik minat pembeli mobil bekas. Erna mengaku akan mempermudah pengurusan kredit kendaraan tersebut. “Kredit kami mudahkan juga gencar promosi secara online,” terangnya.Meskipun begitu, jelas dia, masih ada konsumen yang lebih memilih mobil keluaran tahun 2005 atau 2004 dengan harga yang hampir sama dengan mobil LCGC. Ditambah dengan kapasitas muatan lebih besar seperti Avanza atau Xenia. Karena itu dirinya optimistis mobil bekas masih akan tetap berjalan. Karena permintaan mobil yang memuat banyak penumpang masih dicari. “Sampai saat ini kami masih kesulitan stok Avanza dan Xenia. Permintaan masih bagus, barangnya susah,” tegasnya. (pra/ila)