Pohon Timpa Rumah, Hampir Kenai Bayi
MUNGKID – Bencana masih mengancam Kabupaten Magelang. Setelah beberapa hari terakhir terjadi bencana tanah longsor di beberapa kecamatan, kini angin kencang dan hujan deras menerjang Kecamatan Candimulyo.
Akibat kejadian, satu rumah hancur berantakan, tertimpa pohon tumbang. Beberapa sudut ruangan porak-poranda. Atap rumah warga Dusun Barisan, Desa Candimulyo, Kecamatan Candimulyo nyaris hancur. Pohon tumbang tersebut sempat mengakibatkan tiga orang luka-luka.
Peristiwa bermula saat hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan kaki Gunung Merbabu Selasa (11/2) sore. Tanpa diduga, angin kencang mengakibatkan sebuah pohon besar tumbang menimpa rumah warga Endang, 50.
Pohon besar yang berada di samping rumahnya tumbang menimpa atap bagian belakang rumah. Saat kejadian, Endang dan keluarganya ada di dalam rumah. Termasuk anaknya, Sari, 27, cucunya yang berumur dua bulan dan pembantu rumah tangga.
Tiba-tiba, mereka dikejutkan suara gemuruh pohon ambruk di belakang rumahnya. Tak ayal mereka panik dan menyelematkan diri.
“Kami lihat dari jendela banyak pohon yang tumbang. Kami lari keluar rumah, tetapi tiba-tiba ada pohon besar ambruk menimparumah bagian dapur,” jelas Sari.
Akibat kejadian tersebut, Endang terkena reruntuhan atap dan sempat dirawat di rumah sakit. Ia terpaksa mendapatkan jahitan di bagian kepala dan tangan. Sementara Sari yang menggendong buah hatinya, mengalami luka serius dan mendapatkan jahitan di bagian kepala, punggung, dan paha.
Sari ikut tertimpa reruntuhan atap saat melindungi anaknya. Beruntung sang buah hati tidak mengalami luka sedikitpun.
“Bersyukur anak saya, tidak apa-apa,” imbuh Sari.
Hingga Rabu (12/2) pagi, aparat TNI yang dibantu warga dan relawan bergotong-royong membersihkan puing-puing atap rumah. Mereka memotong pohon yang tumbang dan mengevakuasi perabotan rumah milik Endang.
Sementara keluarga Endang memilih mengungsi ke rumah saudaranya, yang berada tak jauh dari Dusun Mbarisan.
Akibat hujan deras yang mengguyur, beberapa kecamatan mengalami bencana tanah longsor. Di antaranya, Kecamatan Kajoran, Salaman, Kaliangkrik, Bandongan, dan lainnya. Sebagai antisipasi bencana tanah longsor susulan, Pemkab Magelang menyiapkan lima ribu karung dan puluhan bronjong untuk dipasang di tebing yang rawan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Joko Sudibyo menyatakan, dari jumlah 7 ribu karung, terdistribusi 2 ribuan karung. Kini, masih sisa 5 ribu dan puluhan bronjong.
“Kami siapkan menghadapi ancaman utamanya tanah longsor,” kata Joko.
Joko mengaku mengajukan suplai bantuan logistik tambahan ke BPBD Provinsi Jateng. Dalam waktu dekat, suplai logistik dan stok ditambah. Pihaknya, juga menyiapkan posko darurat 24 jam.
“Untuk logistik, kami menyediakan berupa bahan makanan dan nonmakanan. Seperti alat dapur, terpal, tikar, dan semua peralatan. Jadi, begitu ada laporan bencana, langsung turun dan siap di lokasi,” katanya.
Ia menambahkan, dana darurat sudah disiapkan dari dana siap pakai (DSP) sekitar Rp 174 juta. Ini untuk monitoring dan penanganan darurat. Sementara, rumah rusak disiapkan dana tak terduga Bupati Magelang.
“Kami meminta masyarakat waspada dengan curah hujan dan cuaca ekstrim yang diprediksikan berlangsung hingga akhir Maret,” katanya.(ady/hes)