MAGELANG – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Magelang memberi peringatan pada rekanan yang menggarap proyek peningkatan Jalan Gatot Subroto. Peringatan diberikan pada PT Armada Hada Graha (AHG), karena saat mengepras tonjolan jalan akibat akar pohon tak dilakukan maksimal.
Selain itu, juga terkait aspal yang digunakan menutup bekas galian saat mengepras akar pohon. Berdasarkan pantauan, aspal yang digunakan kualitasnya lebih rendah dari aspal semula.
“Kami membenarkan, jenis aspal yang digunakan menutup lubang bekas galian tidak sama dengan hotmix. Karena itu, kami rapatkan dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Pak Budi Susilo, supaya rekanan menggantinya,” kata Kabid Bina Marga DPU Kota Magelang, Ch Yonas Nusantrawan Bolla, kemarin (12/2).
Soal konstruksi beton untuk menutupi bekas galian pemangkasan akar pohon peneduh, Yonas membenarkan. Sedianya betonisasi di bawah aspal memang direncanakan setelah mengadakan koordinasi dengan rekanan.
“Setelah akar dipangkas, ada upaya penguatan. Karenanya, diberikan beton di atasnya. Tetapi, di atasnya lagi, harusnya diberikan aspal sama seperti yang ada sekarang,” tegasnya.
Ia mendesak agar rekanan yang bersangkutan mengganti jenis aspal yang dinilai di bawah standar tersebut. “Harus diganti,” imbuhnya.
Sebelumnya, proyek peningkatan 47 ruas jalan yang memakan anggaran Rp 14 miliar dimenangkan oleh PT Armada Hada Graha (AHG). Namun, khusus di Jalan Gatot Subroto, hasilnya dinilai tidak maksimal karena akar pohon peneduh tidak dipangkas, sehingga menimbulkan tonjolan di badan jalan.
Atas dasar itu, DPU meminta PT AHG melakukan perbaikan dalam masa pemeliharaan, sehingga jalan kota itu rata. Upaya itu tidak sepenuhnya mulus berjalan. Alat produksi aspal tengah mengalami perbaikan tahap besar dan tak bisa difungsikan.
Kendala tersebut membuat upaya penutupan galian terhambat. Alhasil, rekanan menyematkan beton untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.
Pascabetonisasi, rupanya aspal yang digunakan menutupi beton itu dinilai berkualitas rendahan. Sehingga tampak jelas antara bekas galian dengan ruas jalan terjadi perbedaan menonjol. Diameter kerikil yang dijadikan perbaikan juga tergolong besar.(dem/hes)