JOGJA-Dukungan terhadap Kejati DIJ agar segera menuntaskan penyidikan perkara korupsi hibah Persiba Rp 12,5 miliar disampaikan sejumlah aktivis antikorupsi.Tak sekadar memberikan dukungan moral, mereka juga mewanti-wanti agar kejati tidak terpengaruh dengan aksi-aksi massa yang gencar menekan kejaksaan. “Kejati harus tetap istiqomah (konsisten),” ungkap Kadiv Litbang Jogja Corruption Watch (JCW) Irawan Mardjudin kemarin (12/2).JCW, lanjut Irawan, juga curiga aksi-aksi massa yang belakangan marak itu tidak berdiri sendiri. Ada benang merah yang saling terkait.Tindakan tersebut patut diduga sebagai upaya mempengaruhi, merintangi atau menghalangi proses penyidikan perkara Persiba. Karena itu, Irawan mendesak agar kejati mengadakan penyelidikan untuk mengungkap aktor intelektual di balik skenario merintangi penyidikan tersebut.”Pelaku dan aktornya harus diproses secara hukum sesuai ketentuan pasal 21 UU No 31/1999 junto UU No 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” ungkapnya.Ia juga merasa heran dengan aksi yang digalang orang yang mengaku sebagai aktivis Jogja Government Watch Dadang Iskandar. Di mata JCW, tindakan Dadang tersebut patut diduga merupakan bagian dari upaya menghalang-halangi penyidikan.”Proses hukum kasus Persiba yang sedang berjalan mestinya dihormati, bukan malah dirintangi,” katanya.JCW lanjut dia, juga berniat menyurati DPP Partai Demokrat. Sebab, dari data Dadang masuk sebagai salah satu caleg partai tersebut di Gunungkidul.”Kami akan klarifikasi ke partai yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono. Kenapa bisa menempatkan caleg yang diindikasikan tak mendukung program pemberantasan korupsi,” paparnya.Senada, Direktur Indonesia Court Monitoring (ICM) Tri Wahyu KH meminta kejati agar mempertimbangkan secara serius menjerat Dadang dengan pasal 21 UU Tipikor.Alasannya, Dadang kerap melempar isu politisasi hukum dan pesanan penguasa tanpa dasar dan bukti jelas. Karena itu, ICM berharap rakyat Gunungkidul agar waspada dan hati-hati dengan Dadang yang merupakan narapidana kasus pemerasan. Ia juga maju sebagai caleg DPRD Gunungkidul dari Partai Demokrat.Tri Wahyu juga mendesak, agar kejati segera melimpahkan berkas perkara ke Pengadilan Tipikor Jogja. Selain itu, secepatnya menahan para tersangkanya karena syarat subjektif dan objektif terpenuhi.Adapun menyangkut isu hak beribadah saksi seperti disuarakan dalam aksi Dadang agar diselesaikan kejati dengan memberikan keterangan secara terbuka ke publik. (mar/amd)