Upaya Meminimalisir Efek Negatif Pembangunan Bandara
Pemkab Kulonprogo tengah mengakses berbagai sektor terkait pembangunan bandara di Temon. Akses itu selain fokus pada relokasi lahan warga yang terdampak bandara, juga pengembangan bidang perikanan dan pelabuhan.
ALI MUFID, Wates
UPAYA-UPAYA tersebut dilakukan agar tetap membuka kesempatan seluas-luasnya kepada warga terdampak bandara untuk bisa hidup secara produktif. Sekda Kulonprogo Astungkoro mengatakan askes sektoral itu nantinya untuk melihat bidang mana saja yang perlu dikembangkan agar memanfaatkan pembangunan bandara. Selain itu, pemkab juga fokus menetapkan lahan relokasi rumah warga terdampak bandara.”Mengenai relokasi lahan sudah kami sampaikan ke PT Angkasa Pura. Sementara pemkab akan melihat akses sektoral lainnya untuk mendukung pengembangan keberadaan bandara,” kata Astungkoro (12/2).Kemudian upaya akses sektoral itu juga sebagai salah satu pertimbangan dari dukungan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera). Agar warga tetap bisa memiliki tempat tinggal, tentu bidang lainnya juga harus tersedia agar mampu menunjang kebutuhan hidup warga yang terdampak bandara.Astungkoro mengatakan sementara ini untuk lahan relokasi warga terdampak bandara lebih banyak berada di tanah kas desa. Namun, jika ada tanah masyarakat yang akan difungsikan sebagai lahan relokasi, tentu hal itu bisa diupayakan.”Prioritasnya, kita kembali pada keinginan masyarakat soal lokasi tanahnya. Anggarannya nanti dari PT Angkasa Pura untuk membeli tanah kas desa,” kata Astungkoro.Warga yang terdampak rencana pembangunan bandara di Temon, Kulonprogo menjadi perhatian pemerintah. Selain itu, sebagai solusinya, relokasi warga mengacu pada prinsip penanganan seperti korban Merapi 2010 dan gempa di Bantul 2006. Sejauh ini Pemkab telah menyampaikan hal itu ke Gubernur DIJ.Sebelumnya Menpera Djan Faridz menyatakan siap terlibat dalam pengembangan perumahan warga terdampak bandara. Pembangunan itu melalui prosedur dari pemkab untuk pengajuan ke Pusat. Djan telah menjalin komunikasi dengan Wakil Bupati Kulonprogo untuk melakukan pembangunan rumah papan di lokasi baru.”Jika ditugaskan, tentu kami siap. Kami juga sudah berkomunikasi dengan wabup, insya allah saya anggarkan,” kata Djan.Meskipun nanti kemenpera dilibatkan dalam pembangunan rumah warga terdampak bandara, tentu hanya fokus pada pembangunan fisiknya. Sedangkan lahan relokasi, luasan, dan data warga, menjadi tugas pemkab. Kemenpera mendorong pemerintah setempat mengajukan usulan itu. (*/iwa)