Tampil Bersama Meriahkan Honda DBL 2014
KOMPETISI basket pelajar SMA terheboh di Indonesia, Honda DBL 2014 D.I. Jogjakarta Series sudah berakhir. Sisa-sisa kehebohan itu masih tersisa dan terekam indah di hati para peserta dan panitia.Setelah capek menyiapkan sebulan pra event, penyelenggaraan hingga final party lalu, Crew Ekspresi kini kembali dihadapkan pada rutinintas, menyusuri satu sekolah ke sekolah untuk mengumpulkan berita untuk kita semua. Namun ternyata untuk lepas dari hiruk pikuk meriahnya Honda DBL itu enggak gampang. Apalagi masih ada setumpuk cerita seputar Honda DBL 2014 yang masih ada di kantong para crew untuk kemudian disusun menjadi kalimat, sehingga diketahui bersama.Salah satu yang menarik adalah banyaknya peserta kembar yang ikut memeriahkan gelaran tahun ini. Di antaranya adalah si kembar dari SMAN 8 Jogja, Adrian Adhya Hermanu dan Oswindra Odhya Hermanu.Jika Adrian Adhya Hermanu bermain dengan nomor punggung 8, maka Oswindra Odhya Hermanu merasa lebih gagah dengan nomor punggung 11. Adrian Adhya adalah Kapten tim basket cowok SMAN 8 Jogja.Mereka berdua selalu bermain di posisi yang beda. Dan mereka enggak pernah merasa ngiri satu dengan yang lainnya. “Aku sih tetap nurut ama sang kapten kalau di tim. Ya aku harus profesional aja,” tegas Oswindra.Sementara Adrian Adhya merasa kehadiran saudara kembarnya di lapangan membuat dirinya semakin pede. “Semangat ku seperti berlipat dua,” kesan Adrian.Di sisi lain masih ada si kembar Ana dan Ani. Hanya saja mereka terbelah di dua tim yang berbeda. Yaitu tim dance SMAN 6 Jogja dan timdance SMAN 4 Jogja. Daiyani Bintang DP adalah dancer SMAN 6 Jogja, sementara saudara kembarnya, Daiyana Bintang DP adalah dancer SMAN 4 Jogja. Dan beruntung, tim dance keduanya melaju hingga Best 5 Biore Blossom Dance Competition.Meski bereka berdua tidak berada di tim yang sama, namun keduanya saling support. Bentuk support itu selalu mereka tunjukan dengan saling menonton kalau salah satu dari mereka tampil. “Kalau enggak berhalangan dengan jadwal latihan, aku pasti nonton,” jelas AniParas cantik keduanya hampir enggak bisa dibedakan, kecuali kostum. Skill dance keduanya juga patut diacungi jempol. “Kalo di lapangan, kita memang lawan. Tapi kalo sudah di kamar, kita tetap saudara kembar yang selalu bertukar cerita. Kita saling mengoreksi satu dan lainnya,” papar Ana.Demikian juga si kembar dari SMA Stella Duce 1 Jogja, Monic dan Jesica. Mereka berdua berasal dari sekolah yang sama dan sempat bikin bingung panitia. Namun lam kelamaan panitia hapal. Jesica selalu tampil sporty dan lincah saat berada di lapangan basket. Sedangkan Monic tampil lebih dengan karakter ceweknya. Soalnya dia anak dance. Meski keduanya beda posisi, tapi selau tampil bareng, saling dukung. Dan akhirnya mereka berdua puan rame-rame tampil dalam Final Party.Belum lagi Florentina Rossa dan Jessica Rossy dari SMA Santa Maria Jogja. Meraka berdua memang bukan dari tim basket ato tim dance. Tapi keduanya selalu terlihat aktif dan ada di baris depan saat tim basket SMA Santa Maria tampil berlaga. “Kita emang enggak ikut langsung sebagai pemain atau dancer. Tapi kita sama-sama harus tampil kompak mendukung sekolah tercinta kita dong, dan saat suporteran kita juga selalu deket biar feel nya makin dapet,” ujar Oca dan Oci. (rin/mey/man)