BANTUL – Selamat jalan, Mas Jupe. Usai koma sejak Sabtu malam (8/2), Kaur Bolo Paserbumi Jupita mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 05.00 kemarin (12/2). Lelaki yang akrab disapa Jupe ini meninggal dunia di Rumah Sakit Panti Rapih Jogjakarta.Jupe adalah korban kerusuhan suporter yang terjadi pada laga lanjutan Indonesian Super League (ISL) antara Persiba Bantul versus Persiram Raja Ampat di Stadion Sultan Agung pada 8 Februari. Sebelum koma, Radar Jogja melihat Jupe dalam kondisi bugar. Dia sempat terlihat berada di tengah kerusuhan itu.Dia baru merasakan kepala begitu sakit Sabtu malam. Dia tak sadarkan sekitar pukul 19.00.Kepergian Jupe membuncahkan duka mendalam di keluarganya. Terutama sang istri Wulan Astanti. Pasangan ini dikaruniai anak perempuan yang kini berusia tiga tahun yakni Nasha Nirvana Puanarista.Jupe merupakan anak dari pasangan suami isteri Ngadiran dan Ngadinem. Dia memiliki tiga adik yakni Widayanto, Triwidayanti, dan Nor Sutrisno. Usai disemayamkan di rumah duka di RT 2 Cegokan, Wonolelo, Pleret, jenazah Jupe dikebumikan di TPU Makam Gebang.Carik Paserbumi Paryanto berharap kasus yang menyebabkan Jupe meninggal dunia ini bisa diusut tuntas. Paserbumi siap melaporkan kasus ini ke kepolisian.Langkah ini diambil dengan tujuan agar penyebab kematian Jupe bisa terang benderang. “Menurut saya kasus ini harus segera dituntaskan sebab ini sudah masuk ranah kriminal. Tentunya penyebab kematian almarhum harus segera diketahui,” katanya.Keluarga Jupe tampak tegar. Sang ayah, Ngadiran, mengatakan mengikhlaskan kepergian putranya. Dia juga menegaskan keluarga tidak berniat membawa kasus ini ke ranah hukum.Bahkan, Ngadiran mengatakan jenazah anaknya tidak perlu diotopsi. Kata dia, apa yang menimpa Jupe merupakan takdir dari Yang Mahakuasa. “Ya ini sudah takdir. Ini adalah cobaan untuk kami sekeluarga,” katanya.Kematian Jupe mengundang simpati Bupati Bantul Sri Suryawidati. Figur yang akrab disapa Ida itu melayat bersama suaminya, HM Idham Samawi.Ida mengaku heran dengan bentrokan yang terjadi dalam laga Persiba kontra Persiram lalu. “Saya prihatin dengan kejadian ini. Sebab, sejatinya kedua suporter tersebut sudah membuat akta perjanjian damai September lalu,” terangnya.Ida mengaku heran dengan pola pikir suporter yang membuat onar Sabtu lalu. Sebab, kedua kelompok ini mendukung kesebelasan yang sama. “Kok sama kawan sendiri malah berantem. Yang didukung sama-sama Persiba kok,” katanya.Lebih lanjut Ida menyatakan bakal berusaha mencari rumusan guna mendamaikan Paserbumi dan Curva Nord Famiglia (CNF). Dia berharap di kemudian hari tidak ada lagi kejadian seperti ini.Sedangkan Idham Samawi, yang juga komisaris PT Bantul Jaya Utama (BJU), mengatakan siap menyantuni keluarga korban. Terutama anak dari Jupe yang masih balita.Idham menegaskan bakal membantu biaya pendidikan anak Jupe hingga perguruan tinggi. “Ya anak Jupita nantinya akan kita bantu hingga menyelesaikan perguruan tinggi. Selain itu, biaya rumah sakitnya juga akan kami bantu,” katanya.Di sisi lain, Paserbumi bereaksi atas kasus ini. Bersama DPC PDIP Bantul, mereka mendatangi Mapolres Bantul kemarin sore.Rombongan itu berjumlah ratusan orang. Mereka minta kepolisian menyelesaikan kasus kematian Jupe.Mereka ditemui Wakapolres Bantul Donny Siswoyo. Wakapolres menegaskan jajaran Polres Bantul akan berusaha menangkap pembuat onar saat pertandingan lalu.Donny meminta Paserbumi aktif berkomunikasi dengan polres untuk mempermudah penyelidikan kasus ini. “Kita butuh dukungan,” jelasnya. (nes/amd)