SERU: Peserta berkompetisi dalam lomba makan durian di Gogor Park, Ngasemayu, Salam, Patuk (15/2).

Diselimuti Abu Gunung Kelud, Warga Tetap Gelar Festival Durian
Kendati abu vulkanik Gunung Kelud, Kediri, Jawa Timur masih menyelimuti Gunungkidul, warga Kecamatan Patuk tetap beraktivitas. Di antaranya mengadakan kontes durian. Tak hanya itu, panitia juga mengadakan lomba makan buah berkulit tajam itu.
GUNAWAN, Patuk
SUASANA Desa Wisata Gogor Park, Ngasemayu, Salam, Patuk, Sabtu (15/2) diselimuti abu vulkanik. Dedaunan dan jalan-jalan berwana putih. Sejumlah orang mengenakan masker untuk melindungi saluran pernafasannya. Sementara ratusan lainnya mondar-mandir mengamati persiapan kontes durian.Di tempat ini, acaranya lengkap serba durian. Mulai dari kontes, lelang, hingga melahap durian itu sendiri. Kriteria lomba makan durian dinilai dari kecepatan, cara makan, dan kebersihan daging durian dari bijinya.Seorang wisatawan bernama Jajang Agus Sonjaya, 40, warga Jogja dinobatkan sebagai ‘manusia pemangsa durian’ tingkat kecamatan karena berhasil menyantap 15 biji durian dalam tempo dua menit. Dia pun berhak mendapat juara pertama dan membawa pulang lima buah durian dari panitia. “Saya memang hobi makan durian, tidak menyangka kalau menang,” ucap Jajang usai makan durian.Usai acara, pria yang berprofesi sebagai dosen UGM Jogjakarta kemudian mengungkapkan resep kesukses merebut juara. Dengan modal suka menjajal buah si kulit tajam, dia melupakan rasa sungkan dilihat banyak orang.”Pokoknya ikuti intruksi, tata tertib, kemudian aba-aba dari panitia. Enak juga duriannya,” ucap pria kelahiran Kuningan, Jawa Barat sembari melepas senyum.Tentu saja perasaan bahagia tersebut tidak diinikmati para rivalnya. Meski sudah berjuang untuk menang ternyata tidak lolos. Di antaranya nampak mengurut tenggorokan dengan terpejam-pejam. Mungkin karena mblenger (kekenyangan), langsung menghela nafas panjang. “Kalah tidak apa-apa, pokoe enak,” kata salah seorang peserta lain.Sementara itu, salah seorang panitia Subarno berharap, kontes durian mampu menjadi daya tarik wisatawan berkunjung ke Gogor Park. Untuk itu panitia juga mengundang pejabat pemkab mulai dari bupati dan jajaran supaya turut membantu promosi.”Kegiatan ini digagas masyarakat dan untuk kesejahteraan masyarakat. Kami berharap pemerintah memberi dukungan,” pintanya. (*/iwa)