MUNGKID – Balai Konservasi Borobudur (BKB) berpotensi mendapat teguran dari UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization). Teguran secara tertulis bisa diberikan pada BKB, jika abu yang menyelimuti Candi Borobudur tidak ditangani maksimal.
Ketua BKB Marsis Sutopo mengungkapkan, pascahujan abu akibat letusan Gunung Kelud, pada Kamis (13/2) lalu, dirinya mendapat surat elektronik (email) resmi dari UNESCO. Badan bentukan PBB yang fokus pada perdamaian dan keamanan dengan mempromosikan kerja sama antarnegara melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, dan budaya itu mempertanyakan pada Marsis, kondisi Candi Borobudur pascaterkena abu vulkanik.
Dalam email tersebut, UNESCO juga mempertanyakan langkah penanganan pada candi Buddha tersebut.
“UNESCO sudah kirimemail ke saya, untuk memberikan kejelasan kondisi dan langkah lebih lanjut penanganan Candi Borobudur,” jelas Marsis, kemarin (16/2).
Menurut Marsis, perhatian UNESCO terkait kelestarian Candi Borobudur semestinya ditindaklanjuti dengan serius. Ia khawatir, bila penanganan abu vulkanik tidak serius, pihaknya mendapat teguran dari UNESCO.
“Jangan sampai sidang di UNESCO, dan kita dinilai tidak mampu merawat Candi Borobudur. Aturan harus tegas dan keras, karena menyangkut aset,” paparnya.
Karena itu, dalam menangani abu vulkanik yang menyelimuti candi, ia harus melakukan dengan tegas. Selain menutup candi dari kunjungan wisatawan, BKB juga mempersiapkan langkah lebih lanjut. BKB merencanakan segera pembukaan tarpaulin (penutup stupa) bersama relawan dan melakukan pembersihan abu vulkanik.
“Besok pagi (hari ini, Red) mulai pukul 8.30, akan dilakukan pembukaan kover stupa dan recovery pembersihan candi. Penjelasan teknis pada para relawan dan masyarakat ikut membersihkan candi, dilaksanakan di halaman barat laut candi,” katanya.
Nantinya, bagi para relawan yang membersihkan candi, diarahkan petugas menggunakan sejumlah peralatan yang tidak berbahaya bagi kondisi candi. Peralatan yang diperbolehkan untuk membersihkan, di antaranya sapu, kuas, dan kayu.
“Bukan dari unsur logam. Karena bisa beradu dengan batu andesit. Kami arahkan relawan dalam penanganan candi. Jangan sampai pembersihan abu mengancam batu-batu candi,” katanya.
Komandan Kodim 0705/Magelang Letkol Kav Adang Sumpena mengaku siap membantu pembersihan Candi Borobudur. Anggota TNI siap bergabung dan memonitor apa yang bisa dilakukan agar stupa candi selamat. Karena, Candi Borobudur tak hanya mendapat perhatian nasonal, tetapi dunia internasional.
“Ke depan, pengerahan anggota TNI membantu membersihkan bisa lebih maksimal. Kami berharap, semua cepat berlalu,” katanya.
Menurutnya, Kodim akan mempersiapkan satu kompi membantu membersihkan Candi Borobudur. Meski begitu, jumlah itu bisa bertambah, sesuai kebutuhan di lapangan.
“Kami siap membantu membersihkan, berapapun jumlah anggota yang diminta. Kapan dan bagaimana, kami ikut Balai Konservasi Borobudur,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Magelang AKBP Murbani Budi Pitono menyatakan, bersama TNI, kepolisian juga siap membantu pembersihan candi. Kepolisian siap mengamankan jalan dan objek wisata lainnya.
“Kami siap membantu melalui pengamanan di ring satu dan ring dua. Baik di jalan dan lainnya,” kata Kapolres.(ady/hes)