PURWOREJO – Sebaran abu dampak letusan Gunung Kelud di Jawa Timur lebih besar dibanding sebaran abu saat erupsi Merapi pada 2010. Kendati lokasi Gunung Kelud lebih jauh dibanding Merapi, hujan abu menjamah seluruh kecamatan di Purworejo.
“Saat erupsi Gunung Merapi, sedikitnya ada lima kecamatan yang tak tersentuh abu vulkanik. Seperti, Kecamatan Bener, Bruno, Loano, Grabag, dan Purwodadi. Kalau letusan Gunung Kelud kali ini, semua wilayah di Purworejo atau 16 kecamatan terkena dampak abu,” kata Kepala Pelaksana BPBD Purworejo, Drs Boedi Hardjono, kemarin (16/2).
Boedi menjelaskan, jenis abu Kelud berbeda dengan Merapi. Hal itu yang membuat kendala proses pembersihannya.
“Struktur abu Gunung Kelud ternyata partikelnya lebih lembut dan pekat. Saat disemprot lebih sulit. Saat dilalui ban kendaraan, tidak licin. Lain dengan abu Merapi, lebih cepat dibersihkan dengan air, namun licin,” jelasnya.
Ia melanjutkan, hingga kini terus melakukan proses pembersihan fasilitas umum. Seperti jalan protokol dan pasar. Kendati permintaan membantu warga masyarakat di lokasi tempat tinggal belum bisa dipenuhi, lantaran skala prioritas difokuskan untuk fasilitas umum dan jalan terlebih dahulu.
Mengenai dampak yang berakibat pada kerugian material dari abu vulkanik Gunung Kelud, Boedi mengatakan, belum ada laporan yang masuk.
“Ada kerusakan kecil dari abu Gunung Kelud, tapi berhasil diatasi di tingkat desa,” lanjutnya.
Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Purworejo Hardoyo menambahkan, pemkab menetapan status darurat akibat hujan abu, terhitung mulai 14 Februari – 31 Maret 2014.
“Alasan penetapan status darurat, lantaran adanya prediksi BMKG yang mengatakan masih ada letusan susulan. Selain itu, butuh waktu cukup panjang membersihkan material vulkanik yang ada. Cuacanya sekarang tidak mendukung percepatan pembersihan. Hujan yang diharapkan membantu proses pembersihan belum juga turun. Akibatnya jalanan masih berdebu,” paparnya.
Hardoyo mengungkapkan, proses pembersihan didukung Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Satpol PP, Dinas Perhubungan, PDAM, dan PMI. Selain itu juga terbantu TNI, Polri, Ormas, dan SAR.(tom/hes)