PEDULI : Mulya Joni mewakili menteri sosial dan Wakil Bupati Sleman Yuni Satya Rahayu saat penyerahan bantuan.
* Ekspedisi Kemanusiaan Kemensos RI di Sleman
SLEMAN- Ekspedisi Kemanusiaan Kementerian Sosial RI memasuki etape ke 11. Kali ini giliran Kabupaten Sleman menjadi sasarannya. Pada etape ini, Kemensos menggelontorkan bantuan dana lebih dari Rp 67 miliar untuk DIJ.Dana tersebut untuk keperluan rehabilitasi,pemberdayaan, dan jaminan sosial terhadap Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosiaal (PMKS).Dana diserahkan Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial (B2P3KS) Mulya Joni, mewakili menteri sosial kepada Kepala Dinas Sosial DIJ pada acara yang diselenggarakan di Balai Desa Margomulyo, Seyegan, Sleman, Sabtu (15/2).Bantuan lantas disalurkan bagi penerima manfaat, di antaranya untuk penyandang cacat dalam bentuk kreg, kursi roda, Victori 50 orang, dan ODDA Rp 100 juta.Selain itu, bantuan rehabilitasi sosial penyalahgunaan napza Rp 77,2 juta, satu unit mobil untuk LK3 Kota Jogja, 300 paket bantuan bagi ODK untuk 9 panti, dan 57 beasiswa selama setahun Rp 229,4 juta.Mulya Joni mengatakan, untuk meningkatkan penanganan PMKS dibutuhkan terobosan atau inisiatif baru. Itu dilakukan agar kegiatan sosial yang dimotori pemerintah bisa menjangkau lebih banyak PMKS dalam memperoleh pelayanan. “Setidaknya bisa meringankan masalah bagi mereka,” ungkapnya.Setelah melewati 8 propinsi di pulau Sumatra, Banten, dan Jawa Barat, ekspidisi kemanusiaan untuk kelompok Marjinal telah menunjukkan capaian jangkauan PMKS cukup besar. Ada 5.571 orang yang telah mendapat layanan pemeriksaan kesehataan dan pengobatan gratis. Selain itu 26.502 PMKS mendapat berbagai jenis bantuan dari berbagai program layanan seperti bedah kamar lansia, bedah kampung, keserasian social, kearifan lokal, mobil tanggap darurat, dan mobil LK3. “Semua program dicapai dalam kurun waktu 20 hari,” lanjut Mulya.Menurut Mulya Joni, ekspedisi kemanusiaan bertujuan mendekatkan layanan bagi masyarakat, mempercepat pelaksanaan program, dan meningkatkan kualitas layanan dengan memadukan lintas program kemensos sebagai bagian pemerintahan pusat dengan dinas sosial di daerah, serta pemberian layanan melalui multi layanan yang melibatkan tenaga medis dan tenaga kesejahteraan sosial masyarakat.Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu mengatakan, bantuan kemensos otomatis membantu visi dan misi pemerintah daerah dalam pengentasan kemiskinan dan pengangguran.Pada tahun 2013 jumlah angkatan kerja sebanyak 506.862 orang yang terdiri dari penduduk yang bekerja sebanyak 541.921 orang dan penduduk tidak bekerja sebanyak 35.059 orang. Jumlah pengangguran ini menurun sebanyak 18.455 orang atau 0,26% dibanding tahun 2012.Sebagai upaya penurunan angka pengangguran, Pemda Sleman melakukan sejumlah terobosan. Salah satunya dengan Sarkeling dan bursa kerja online yang memberikan fasilitas jemput bola bagi para pencari kerja. “Kehadiran Pasar Kerja Keliling (Sarkeling) dapat menjawab kebutuhan bagi masyarakat, terutama angkatan kerja maupun menjawab kebutuhan perusahaan akan tenaga kerja terampil dan berkualitas,” ujar Yuni.Yuni mengklaim, terobosan itu mampu menempatkan 62,6 persen dari total angkatan kerja Sleman yang berjumlah 7.233 tenaga kerja.(yog/din)