RERESIK : Anggota TNI berbaur dengan masyarakat membersihkan abu vulkanik di sejumlah lokasi. Aksi ini akan dilakukan hingga waktu tidak terbatas.
SLEMAN– Biasanya kegiatan karya bakti TNI selalu terjadwal. Namun tidak kali ini. Itu lantaran anggota TNI dikerahkan untuk membersihkan abu vulkanik akibat letusan Gunung Kelud di perbatasan Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Malang, Jawa Timur.”Ini sifatnya spontanitas. Bentuk kepedulian TNI,” ungkap Komandan Kodim 0732/Sleman Letkol Inf Bambang Yudhi didampingi Pasitel Kapten Inf Kamdiyo kemarin (16/2).Area Bandara Adi Sutjipto menjadi sasaran utama kegiatan yang melibatkan pasukan 6 SSK dan puluhan relawan. Itu mengingat bandara merupakan sarana akses transportasi masyarakat yang lumpuh akibat abu tersebut. Pasukan difokuskan membersihkan abu di landasan pacu. Agar pesawat bisa segera mengudara, demi melayani para penumpang yang sempat telantar.Selain anggota Kodim, kegiatan tersebut melibatkan pasukan Yonif 403/WP, Lanud adi Sutjipto, Paskhas TNI-AU, Brimob DIJ, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah DIJ.Usai bandara, pasukan dikerahkan ke jalan raya dan fasilitas umum. Seperti tempat-tempat ibadah, terminal, dan perkampungan penduduk.Kamdiyo mengatakan, pembersihan abu vulkanik oleh TNI dilangsungkan hingga gubernur mencabut status tangap darurat bencana abu vulkanik Gunung Kelud.Sementara itu, untuk mengantisipasi dampak negatif bencana abu, Pemkab Sleman menetapkan dua posko. Yakni Posko Bayu Induk di kantor BPBD Sleman (hotline: 0274-869375) dan Posko Pakem (0274-898350). Posko Induk bisa dipantau melalui frekuensi 159.800 duplex-5000 atau di-input 154.800.Bupati Sleman Sri Purnomo menginstruksikan semua pegawai negeri sipil dan perangkat desa tetap menjalankan tugas dalam pelayanan masyarakat. Di sisi lain, tiap intansi diminta menyiapkan pegawai untuk siaga 24 jam secara bergiliran. Guna memudahkan koordinasi dan antisipasi dalam mengambil tindakan yang diperlukan untuk mengatasi bencana akibat abu vulkanik.”Mensikapi adanya SMS dan isu tentang bencana yang lebih besar tidak perlu diresahkan tetapi perlu diwaspadai secara proporsional,” imbaunya.Bupati juga memerintahkan setiap instansi pemerintahan untuk menyusun program pemulihandampak permasalahan pasca bencana yang dimungkinkan timbul akibat abu.(yog/din)