Siswa SMP dan SMA Kerja Bakti Bersihkan Abu Kelud
JOGJA – Abu vulkanik Gunung Kelud yang masih menyelimuti Jogjakarta berdampak belum normalnya kegiatan belajar mengajar sekolah. Berdasarkan hasil koordinasi yang Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIJ bersama gubernur, bupati dan wali kota memutuskan kegiatan belajar diaktifkan pada Rabu (19/2).
“Selama dua hari ke depan (Senin dan Selasa) kami masih meliburkan siswa yang duduk di PAUD, TK dan SD. Untuk SMP, SMA dan SMK tetap masuk seperti biasa. Hanya saja kegiatan di sekolah diisi kerja bakti bersama membersihkan sekolah,” kata Aji kepada Radar Jogja (16/2).
Aji mengatakan meski kegiatan belajar untuk PAUD, TK dan SD diliburkan bukan berarti tidak ada aktivitas di sekolah. Sebab guru dan para karyawan tetap wajib masuk sekolah. Mereka diharapkan membersihkan sekolah dan ruang kelas dibantu relawan.
Sedangkan bagi siswa SMP dan SMA yang tetap masuk sekolah diimbau menggunakan seragam olahraga hari ini. Selama dua hari siswa dan guru membersihkan sekolah masing-masing.
“Jangan lupa untuk tetap menggunakan masker selama kegiatan, sebab abu vulkanik belum benar-benar bersih,” imbau Aji.
Sebelumnya, Disdikpora DIJ telah menginstruksikan kepada sekolah untuk meliburkan siswanya sejak Jumat. Kebijakan tersebut dikeluarkan mengingat kondisi di DIJ tidak kondusif pasca-meletusnya Gunung Kelud yang menyebabkan hujan abu di DIJ.
Sementara itu Kepala SD Lempuyangwangi Hasan Rohadi mengatakan kebijakan pemerintah daerah yang menambah libur SD sangat tepat. Sebab kondisi belum kondusif untuk kegiatan belajar mengajar.
“Siswa SD sudah mulai melaksanakan kegiatan belajar mengajar saat sekolah sudah benar-benar bersih,” kata Hasan usai mengikuti rakor tanggap bencana bersama Wali Kota Jogja kemarin.
Hasan mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan kepada para guru dan karyawan, untuk hari ini dan besok tetap masuk seperti biasa, hanya saja kegiatan diisi dengan kerja bakti bersama. “Karena ini intruksi dari pemerintah daerah maka guru wajib datang,” kata Hasan. (bhn/iwa)