JOGJA – Provinsi DIJ dalam masa tanggap darurat akibat hujan abu dari Gunung Kelud. Meski begitu, Badan Pengurus Daerah (BPD) PHRI DIJ tetap melaksanakan serangkaian kegiatan memperingati HUT ke-45 PHRI DIJ. Langkah ini dilakukan sekaligus menunjukkan, Jogja tetap aman dikunjungi.
Mengangkat tema ‘Bersatu Kita Teguh, Bersama Jogja Istimewa’, berbagai kegiatan digelar dan diharapkan menjadi kampanye positif soal pariwisata Jogjakarta.
“Kami ingin menunjukkan dan membuktikan, betapa solidnya industri pariwisata DIJ yang bahu-membahu mengangkat pariwisata DIJ,” kata Ketua HUT ke-45 PHRI DIJ, Bonny Telo, Sabtu (15/2).
Menurutnya, imbauan dari Gubernur DIJ mengenai situasi masa tanggap darurat diharapkan dipahami lebih luas. Menurutnya, imbauan tersebut justru menyerukan wejangan pada warga berhati-hati atau menjaga kesehatan. Bukannya, mengisolasi DIJ dari luar daerah.
“Melalui peringatah ulang tahun PHRI ini, kami mengajak masyarakat turut serta,” paparnya.
Panitia sudah menyiapkan sejumlah agenda. Seperti donor darah di Omah Pari Boutique Hotel (15/2), bartender competition di Hotel Phoenix (17/2), dan Gowes PHRI yang dipusatkan di depan Monuman SO 1 Maret pada 23 Februari 2014.
Pada saat gowes, juga diadakan cooking show dan resik-resik Malioboro. PHRI memperkirakan akan diikuti 300 orang yang berpartisipasi. Mereka merupakan perwakilan dari berbagai hotel.
“Mari kompak bersatu dan bersama-sama membangun DIJ,” pintanya.
Sementara itu, Istidjab menambahkan, di DIJ ada 1.177 hotel dengan 20.105 kamar. Ini terdiri dari 60 hotel berbintang dengan jumlah 6.338 kamar dan 1.117 hotel nonbintang dengan 13.700 kamar.
Pada 2014, masih ada lima proyek pembangunan hotel dan 21 hotel yang selesai proses perizinannya.
“Hotel terus tambah, kami harus lebih giat menarik tamu agar mau datang,” katanya.(pra/hes)