JOGJA – Masyarakat yang gagal terbang tidak perlu panik. Karena pengembalian tiket alias refund atas pembatalan penerbangan dari sejumah maskapai komersial yang beroperasional di Bandara Adisutjipto Jogjakarta diberikan penuh.
Bandara Adisutjipto memang ditutup oleh pengelola, yaitu PT Angkasa Pura. Keputusan ini menyusul hujan abu yang terjadi di DIJ dan sekitarnya. Penerbangan dengan rute ke Jogjakarta dari berbagai kota di Indonesia berhenti, mengingat tidak memungkinkan dijalankan penerbangan komersial.
Ketua DPD Association of The Indonesia Tour and Travel Agencies (Asita) DIJ, Edwin Ismedi Himna mengatakan, refund pada calon penumpang maupun travel agent ditanggung seluruhnya oleh maskapai bersangkutan. Hal itu juga untuk jaminan bagi travel agent maupun penumpang.
“Intinya tidak ada yang dirugikan, hanya penundaan saja yang terjadi. Deposit travel agen juga tetap full dan aman,” kata Edwin, kemarin (16/2).
Edwin meneruskan, sejauh ini komunikasi dengan maskapai juga baik. Menurutnya, pihak maskapai berkoordinasi dengan travel agent, terkait refund tiket yang bisa diproses langsung di perwakilan atau call center masing-masing maskapai penerbangan. Para penumpang tentunya telah dihubungi atau bisa menghubungi pihak maskapai. Refund dilakukan karena ditutupnya Bandara Adisutjipto, karena dampak abu vulkanik erupsi Gunung Kelud sejak Jumat (14/2) lalu.
Asita DIJ memperkirakan kondisi ini baru normal pada pekan ini. Karena dibutuhkan proses dan tahapan untuk membersihkan abu, baik di Bandara Adisutjipto Jogjakarta maupun di jalanan DIJ.
“Pasti kembali bangkit dan tetap aman bagi wisatawan,” imbuh pemilik Trend Tour tersebut.
Menurut Edwin, Asita DIJ justru terpukul dari banyaknya pembatalan (cancel) sejumlah paket-paket wisata yang ditawarkan di DIJ, baik untuk wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman). Beban inilah yang harus ditanggung pelaku bisnis biro perjalanan wisata, mengingat tidak serta merta, semua reservasi cepat kembali normal.
Ia memberi contoh, jika rata-rata satu pax mengambil paket wisata Rp 1 juta di Jogjakarta, kerugian yang harus ditanggung selama tiga hari mencapai Rp 300 juta.
“Kami masih menanti kepastian otoritas Bandara Adisutjipto untuk beroperasional kembali secepatnya mengingat saat ini low season bagi pariwisata,” kata Edwin.(pra/hes)