PURWOREJO – Proses penyemprotan abu vulkanis Gunung Kelud di sejumlah ruas jalan protokol Purworejo cepat selesai. Terlebih, setelah mendapat ada hujan dengan intensitas cukup tinggi, Minggu (16/2) malam.Aspal jalanan sudah terlihat kembali seperti semua. Kepulan abu sudah tak terjadi lagi.Namun, tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum (DPU), dan Dinas Pengairan Purworejo belum selesai. Fokus penanganan dialihkan membersihkan selokan di seluruh jalan protokol. Terlebih hampir 60 persen abu yang terbawa air masuk ke selokan, saat disemprot atau diguyur hujan. “Ketebalan sedimentasi abu mencapai 10 sentimeter lebih. Abu memadat di dasar selokan dan sulit diangkat. Bahkan, saya harus mengayunkan cangkul atau minta digelontorkan air agar bisa mengangkatnya,” ungkap Andi Irawan, 23, tenaga operasional pembantu Dinas Pengiaran saat mengangkat abu Kelud dari selokan barat Gedung Kesenian Purworejo, kemarin (17/2).Andi mengungkapkan, bersama enam rekannya mengangkat abu Kelud dari selokan, sejak pukul 08.00. Mulai Barat Perempatan Pantok (Monumen WR Supratman, Red) hingga Gedung Kesenian Sarwo Edhie Wibowo Purworejo. “Tugas saya mengangkat abu dari selokan, nanti ada petugas lain yang memasukkannya ke dalam karung dan diangkut menggunakan truk-truk dari DPU,” ungkapnya.Kasi Logistik dan Kedaruratan BPBD Purworejo Hardoyo menjelaskan, ada 250 personel yang diterjunkan membersihkan abu vulkanis sejak hari H hujan abu, hingga mengangkatnya dari selokan. “Sebanyak 250 orang tenaga kebersihan berasal dari BPBD, DPU, Dinas Pengairan, Tim SAR, Relawan, dan TNI/Polri. Mereka bekerja sejak abu turun hingga sekarang,” jelasnya.Hardoyo melanjutkan, 250 tenaga kebersihan dibagi jadi beberapa kelompok dan disebar di beberapa titik. Pertama, bertugas membersihkan ruas jalan protokol, fasilitas umum, dan gedung pemerintahan. Kini, kondisi abu menipis dan nyaris habis. “Alhamdulilah, tadi malam hujan turun deras dan lama. Ini membantu kami bertugas membersihkan abu. Kini kami tinggal mengangkut abu vulkanis yang tertumpuk di selokan dan sejumlah titik,” katanya.Ia mengimbau, masyarakat yang ada di perkotaan tidak membuang abu Kelud di selokan pascapembersihan. “Setelah bersih-bersih, abu bisa dimasukkan ke kantung palstik atau karung. Nanti ada petugas yang mengangkutnya, jika dibuang ke selokan bisa memicu banjir,” imbaunya.Selama pembersihan abu Kelud, 10 unit tanki diterjunkan di lapangan. Tugasnya, menyapu abu dari ruas jalan dan selokan. Masing-masing dari BPBD ada empat unit , DPU empat unit, dan DPU ada dua unit. “Sekarang untuk mengangkut abu yang dikemas dengan karung menggunakan dum truk milik DPU, juga satu unit truk daru Yonif 412 Kostrad Purworejo. Kami bekerja dan ini yang membuat pekerjaan berat menjadi ringan,” imbuhnya.Di bagian lain, Hardoyo menambahkan, BPBD masih tersedia stok karung 500 buah, 2500 karung sudah digunakan. Sementara stok masker sebanyak 12 ribu buah juga habis dibagikan. Kini, BPBD mengusulkan bantuan ke BPBD Provinsi Jateng sebanyak 20 ribu masker untuk mengantisipasi, jika terjadi hujan abu susulan.Tebaran abu vulkanis Gunung Kelud yang memenuhi udara Purworejo mulai menghilang. Warga melakukan pembersihan ruas jalan dengan pompa air. Selain itu, bantuan hujan terasa mengembalikan terik matahari dan membuat langit Purworejo jadi cerah kembali.(tom/hes)