BERSIH: Pekerja mengangkut abu yang sudah dimasukkan karung di Wates, kemarin.
WATES – Sepanjang jalan protokol Kota Wates, abu vulkanik sudah terkumpul di pinggir jalan. Warga kerja bakti mengumpulkan abu untuk dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman. Selain itu, sekolah-sekolah juga menggelar kerja bakti siswa dan guru.Untuk kerja bakti di sekolah memang sedikit terkendala karena terbatasnya persediaan karung, air untuk membersihkan abu, dan ketersediaan masker gratis. Adapun imbauan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), warga diminta membersihkan sekaligus mengumpulkan abu vulkanik. Nantinya, abu itu bisa disimpan dalam karung yang sudah disediakan.Kerja bakti nampak di SMK Bopkri Wates. Para siswa dan guru sibuk sejak pagi. Mereka gotong royong membersihkan abu vulkanik yang mengendap di atap maupun di halaman sekolah.Setelah abu vulkanik terkumpul, siswa yang dilibatkan berjumlah 111 murid itu kemudian memasukannya ke dalam karung. Namun ketersediaan karung kurang, sehingga mereka hanya menempatkannya ke dalam wadah seadanya.Salah seorang guru SMK Bopkri Wates Harsoyo mengatakan, untuk membersihkan abu vulkanik di halaman sekolah, harus membeli karung tambahan secara swadaya. Mengingat abu vulkanik cukup banyak, kemudian menambah 10 karung tambahan.”Untungnya wilayah sekolah di tengah kota sehingga tidak kesulitan membeli karung,” kata Harsoyo (17/2).Kerja bakti hari pertama ini, lanjutnya, sudah mengumpulkan sebanyak 15 karung berisi abu. Dimungkinkan jumlah itu bakal bertambah mengingat masih ada sisa-sisa abu. Sehingga pihaknya perlu menyediakan karung untuk kerja bakti tahap selanjutnya.Kerja bakti juga dilakukan di SMPN 1 Wates. Para siswa ini secara serentak membersihkan abu yang berada di dalam kelas. Disini juga terdapat kendala berupa aliran air untuk membersihkan abu terlalu kecil, sehingga waktunya cukup lama.Wakil Kepala SMPN 1 Wates Bagian Kesiswaan Sapardi menjelaskan aliran air cukup kecil tersebut membuat pembersihan abu terkendala. Akhirnya pekerjaan pun tidak bisa dilakukan cepat.Sementara itu Kepala BPBD Kulonprogo Untung Waluyo menambahkan, untuk menampung abu vulkanik, pihaknya memfasilitasi 3.000 karung. Jumlah itu diperuntukkan SKPD dan sekolah yang ada di Kulonprogo.Sementara itu truk UPTD Kebersihan dan Pertamanan Dinas PU Kulonprogo membersihkan abu vulkanik di Alun-Alun Wates. Sekitar tujuh orang mengambil abu vulkanik yang sudah dimasukkan karung.Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kulonprogo, Bambang Tri Budi Harsono menjelaskan, abu vulkanik mengandung unsur yang bagus untuk pertanian. Agar bisa dimanfaatkan dengan baik, harus melalui proses yang membutuhkan waktu. Jika langsung digunakan justru akan merusak tanaman. (fid/iwa)