HB X Minta Operasional Adisutjipto Dipercepat
JOGJA – Gubernur DIJ Hamengku Buwono X meminta agar pembersihan Bandara Internasional Adisutjipto Jogjakarta dipercepat. Bandara yang berada di daerah Maguwoharjo, Sleman, itu sudah tidak beroperasi pascahujan abu vulkanis Gunung Kelud pada Jumat (14/2) lalu.
Di dampingi Kapolda DIJ Brigjen Pol Haka Astana Mantika Widya, Bupati Sleman Sri Purnomo, dan beberapa pejabat lainnya, gubernur meninjau langsung ke bandara kemarin (17/2). Saat itu upaya pembersihan bandara tengah berjalan. Pembersihan dilakukan secara manual dengan pompa air.
Gubernur berharap pembersihan bisa selesai malam ini.
“Kalau nyemprot sudah empat hari, pembersihan baru sampai 1.500 sampai 1700 meter persegi. Padahal yang harus dibersihkan ada sekitar 2.300 meter persegi. Terus kapan selesainya,” kata HB X.
Tentang kapan bandara itu akan dibuka untuk penerbangan pesawat, kata gubernur, tergantung kecepatan pengelola bandara dalam melakukan pembersihan. Mengutip keterangan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bhakti, persoalan bandara bukan lagi material dari Gunung Kelud. Tapi, lebih upaya pengelola bandara untuk bisa cepat beroperasi. Berdasarkan informasi dari otoritas Bandara Adisutjipto, bandara baru akan beroperasi kembali Rabu besok (19/2).
“Saya bilang (ke pihak bandara), (kemarin) katanya Selasa (18/2), kok sekarang Rabu,” ujar figur yang menjabat gubernur sejak 3 Oktober 1998 tersebut.
Secara khusus, HB X mengingatkan, jangan sampai bandara di Jogjakarta tersebut membuat malu. Menurut dia, operasional bandara penting untuk mobilitas dan perputaran ekonomi di Provinsi DIJ. Namun, dia mengakui, sejauh ini belum mendapatkan laporan berapa kerugian ekonomi akibat hujan abu vulkanis tersebut.
HB X mengatakan, dari sejumlah bandara yang tutup, ada dua bandara yang paling parah. Yakni, Bandara Adisutjipto dan Adi Sumarno di Surakarta. Dikatakan, bila Adi Sumarmo lebih cepat beroperasi maka itu akan menjadi pukulan telak bagi DIJ.
Kabeh (semua) buka, Jogja belum buka kan ngisin-ngisini (memalukan). Paling parah hanya Jogja sama Solo. Kalau misalnya Solo buka sekarang, kemudian kita masih sehari atau dua hari lagi kan memalukan,” cetusnya.
Ia berharap pengelola bandara tidak ikut keputusan pemprov yang mencanangkan Senin (18/2) dan Selasa (19/2) sebagai hari kerja bakti untuk bersih-bersih. “Ya jangan ikut kami. DIJ itu dua hari kan untuk mempercepat pembersihan proses sekolah dan sebagainya. Kalau bandara itu kan lebih cepat rampung, saiki (sekarang) dibuka, kan lebih baik. Karena itu konsekuensinya agar ekonomi cepat berputar. Tapi kalau mundur-mundur ya repot,” kata dia.
Gubernur juga menginstruksikan Pemkab Sleman dan Pemkot Jogja turut mengerahkan personel, dan mobil penyemprot air untuk membantu pihak bandara. Masing-masing dua unit, dikerahkan tadi malam.
Dalam kesempatan itu, gubernur juga menginformasikan pemprov menyiapkan anggaran Rp 2 miliar untuk penanganan tanggap darurat pascahujan abu vulkanis Gunung Kelud. Penggunaan dana tersebut dilakukan secara sharing dengan pemkab dan pemkot se-DIJ.
“Saya belum tahu berapa yang akan digunakan. Tapi, saya sediakan segitu (Rp 2 miliar),” tandas pria bernama kecil Bendoro Raden Mas (BRM) Herdjuno Darpito tersebut.
General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adi Sutjipto Andy G. Wirson mengaku sudah mengoptimalkan seluruh kemampuan mempercepat pembersihan abu vulkanis. Saat ini telah dioperasikan delapan mobil pemadam kebakaran dan empat mobil tangki air. Tak hanya itu, personel bandara juga memanfaatkan pompa air untuk menyemprot landasan pacu.
“Kami kerahkan sekitar 1.500 orang,” ujarnya.
Andy memprediksi pembersihan debu bisa dikebut sesuai instruksi gubernur. “Kemungkinan Rabu (19/2) bandara sudah bisa beroperasi melayani penerbangan,” lanjutnya.
Untuk kepentingan penerbangan, otoritas bandara tak bekerja sendirian. Mereka harus berkoordinasi dengan Lanud Adisutjipto dan air traffic service. Jika tiga pihak menyatakan aman maka bandara siap beroperasi.
Sebelumnya, Andy memprediksi bandara bisa beroperasi hari ini. Namun, mengingat empasan angin justru menimbulkan sebaran abu semakin meluas maka pihaknya membutuhkan waktu lebih lama untuk membersihkan abu di landasan pacu sepanjang 2.200 meter. Ada kemungkinan pengoperasian bandara mundur. “Paling buruk Kamis (20/2),” katanya.
Andy menyadari kondisi alam tersebut mengakibatkan kerugian maskapai penerbangan maupun penumpang. Karena itu, dia mengimbau agar calon penumpang memaklumi keadaan.
Andy meminta maaf sekaligus berterima kasih atas pengertian masyarakat. Bagi calon penumpang diimbau berkomunikasi dengan perusahaan maskapai yang bersangkutan terkait pembelian tiket atau penundaan penerbangan.
Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DIJ Gatot Saptadi mengatakan, pihaknya memberikan bantuan tangki air dan karung ke bandara. Ada 2.000 karung yang diserahkan BPBD juga akan membantu penanganan pembersihan di bandara.
Menurut Gatot, dari pantauannya ada sejumlah lokasi strategis yang sudah mulai berjalan seperti biasanya. Di antaranya pasar dan sekolah. Untuk penanganan cepat terhadap hujan abu, dia berharap ada hujan deras yang menyapu abu di DIJ.
“Saya bayar pawang hujan juga mau,” tandasnya.
Selain mendatangi bandara, gubernur juga mengunjungi korban kecelakaan lalu lintas karena hujan abu di RS Panti Rapih Jogjakarta. Ada tiga korban kecelakaan yang menjalani perawatan. Mereka adalah Cintya, warga Glagahsari, Jogja; Tri Wiaryatun, warga Mlati, Sleman; dan Supri, warga Mragengan Kidul, Jogja. (yog/hed/kus)