JOGJA – Pengelola Kebun Raya Kebun BInatang Gembira Loka (GL Zoo) sadar pentingnya pendidikan informal di luar kelas. Berpijak pada kesadaran tersebut, mereka menjalin kerja sama dengan Fakultas Pendidikan UNY Jogjakarta.
Kedua institusi melakukan penandatanganan kerja sama di Mayang Tirta GL Zoo kemarin (17/2). Program kerja sama ini fokus pada pembelajaran luar sekolah (PLS). Program ini mengajak pelajar untuk belajar di luar ruang.
Penerapan PLS, menurut Direktur Utama GL Zoo KMT A. Tirtodiprojo, sudah dilaksanakan sejak pertengahan 2013. “PLS sendiri menerapkan konsep belajar luar kelas. Ini yang dirasa lebih efektif,” jelasnya.
Menurutnya, pelajar yang mendapatkan ilmu dari pembelajaran di kelas bisa diterapkan langsung di lapangan. “Kebun binatang tidak hanya menampung satwa. Ada juga sarana pembelajaran,” kata pria yang akrab dipanggil Joko Tirtono ini.
PLS, menurut Joko, sesuai dengan salah satu fungsi berdirinya kebun binatang. Yakni, sebagai wahana pendidikan.
“Di kebun binatang bisa belajar tentang satwa tanpa harus ke alam bebas,” tegasnya.
Kebun binatang tak hanya memiliki fungsi pendidikan. Kebun binatang juga berfungsi sebagai perlindungan terhadap satwa. Kebun binatang juga bisa menjalankan fungsinya sebagai objek penelitian, rekreasi, dan paru-paru kota.
Joko menambahkan, PLS sesuai dengan pemikiran mantan Ketua Yayasan Gembira Loka Yogyakarta KGPAA Paku Alam VIII. Pemikiran itu adalah mendirikan sebuah pendidikan khusus dengan konsep informal.
Pemikiran PA VIII itu terinspirasi saat berada di Jepang. Di mana, hotel yang ditempati PA VIII berada di dekat kebun binatang.
“Waktu itu banyak anak-anak sekolah ke kebun binatang. Ini menjadi tonggak awal ide beliau (PA VIII) sebagai pembina GL Zoo pada waktu itu,” kata Joko.
Dekan Fakultas Pendidikan UNY Haryanto mendukung penuh program PLS. Program ini dinilai mampu memfasilitasi pengunjung khususnya pelajar untuk belajar lebih dalam mengenai satwa dan alam.
Dalam program ini, UNY memberikan pendampingan dengan melibatkan sejumlah mahasiswa jurusan PLS. Untuk praktik, UNY juga akan menyiapkan sejumlah koordinator.
Setiap koordinator akan mengawasi sejumlah mahasiswa yang melakukan pendampingan langsung kepada pelajar. “Semoga dengan adanya PLS ini, GL Zoo berperan lebih dan tidak sekadar menjadi kebun binatang. Bahkan untuk mendukung program ini kita siap menurunkan mobil pintar milik UNY,” kata Haryanto.
Program PLS, kata Joko, sangat tepat diterapkan untuk pelajar mulai tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Setiap pelajar peserta PLS berhak mendapat potongan tiket masuk sebesar 50 persen.
Mereka akan mendapat pendampingan secara gratis. “Berlaku pada jam belajar sekolah. Minimal 25 pelajar. Sekolah yang ’kurang mampu’ bisa tidak dipungut biaya setelah mendapat rekomendasi dari Dinas Pendidikan DIJ,” kata Joko. (dwi/amd)