KHUSYUK : Jamaah dengan khusyuk melakukan salat istisqo di Gedung Serba Guna Sleman kemarin (17/2).

PCNU Sleman Gelar Salat Minta Hujan
Biasanya salat istisqo dilakukan di lapangan terbuka. Namun, karena cuaca dan hempasan abu vulkanis Gunung Kelud, salat dilakukan di dalam gedung.
YOGI ISTI PUJIAJI, Sleman
Salat minta hujan dan doa bersama ini dengaja digelar di Gedung Serba Guna Sleman. Salat ini juga dilakukan tidak saat musim kemarau panjang.Menurut Ketua PCNU Sleman KH Nurjamil Dimyati, salat istisqo dan doa bersama ini dilakukan sebagai bahan instropeksi diri atas kesalahan terhadap Allah SWT. Atau setidaknya untuk mawas diri.Menurutnya, mungkin ada perintah Allah yang belum dijalankan. Atau sudah dijalankan tapi tetap terlanggar larangan-Nya. “Setiap kejadian yang dijatuhkan Allah itu pasti ada kehendak di baliknya,” ungkapnya.Pernyataan itu menyikapi musibah yang mendera warga Kediri dan sekitarnya. Meletusnya Gunung Kelud tidak hanya berimbas bagi masyarakat setempat. Tapi sampai Jogjakarta, bahkan hingga Jawa Barat.Abu vulkanis cukup mengganggu aktivitas warga. Tak hanya perekonomian, akses transportasi udara juga terganggu.Nah, untuk itulah PCNU menggelar salat istisqo. Dengan harapan Allah menurunkan hujan yang rahmad. Artinya, hujan yang bisa mengguyur abu vulkanis hingga bersih dari muka bumi. Sementara hujan itu tidak menimbulkan musibah lainnya, seperti banjir atau tanah longsor. “Jadi bukan hujan sekadar hujan. Tapi yang rahmad,” tegasnya.Di sisi lain, masyarakat harus tabah menghadapi ujian dari Allah. Dan menganggap setiap musibah sebagai peringatan agar masyarakat lebih mendekatkan diri kepada Allah dan fokus kepada Sang Pencipta. Agar dijauhkan dari mara bahaya. “NU itu punya tugas, tidak hanya memandu umat untuk keselamatan di akherat. Tapi juga di dunia,” katanya.Salat dua rakaat ini tidak hanya diikuti kaum tua. Remaja dan anak-anak pun terlibat dalam peribadatan itu. Mereka beralaskan tikar dan kertas koran bekas. Tampak hadir mengikuti sholat Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu. Salat dipimpin Rois Syuriah NU KH Mas’ud Masduqi.Usai salat, jamaah melakukan doa bersama demi keselamatan umat. Sekaligus mendoakan korban bencana Gunung Kelud agar diberi ketabahan. (*/din)