Kegiatan Diisi Kerja Bakti Bersihkan Sekolah
JOGJA – Latihan pendalaman materi jelang ujian nasional (unas) yang sedianya dilaksanakan Senin (17/2) diundur Kamis (20/2). Sesuai instruksi Gubernur DIJ, hingga kemarin kegiatan pendidikan diisi dengan kerja bakti membersihkan sekolah. “Jadwalnya hari ini (kemarin) pelaksanaan latihan persiapan unas, namun dengan adanya kerja bakti kegiatan tersebut diundur,” kata Wakil Kepala SMAN 11 Jogja Jaka Tumurana, kemarin.Pasca turunnya abu vulkanik akibat letusan Gunung Kelud mengguyur Jogjakarta, kondisi sekolah terutama ruang kelas tidak kondusif digunakan untuk belajar mengajar. Seluruh warga sekolah, hingga hari ini difokuskan membersihkan kelas.Meski kegiatan belajar ditiadakan dan diganti kerja bakti, siswa tidak diperkenankan untuk mombolos. Sebab kerja bakti tersebut sifatnya wajib dan masing-masing wali kelas mendata siswa yang tidak hadir.Hal serupa juga dilakukan siswa SMK YPKK 1 Gamping Sleman. Para guru, karyawan maupun siswa bekerja bakti membersihkan ruang kelas dan bagian sekolah lainnya yang tertutup abu vulkanik.Kepala SMK YPKK 1 Gamping Sleman Rubiyati mengatakan, dia telah menginstruksikan siswa membawa peralatan kerja bakti dari rumah. Hingga hari ini tidak ada kegiatan belajar mengajar dan siswa pulang lebih awal. “Kegiatan belajar mengajar untuk 341 siswa kembali dimulai Rabu mendatang,” terangnya.Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIJ, bersama gubernur, bupati dan wali kota memutuskan kegiatan belajar di sekolah dinon-aktifkan hingga Rabu (19/2).Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIJ, Baskara Aji menyampaikan berdasarkan instruksi Gubernur DIJ, siswa yang duduk di PAUD, TK dan SD diliburkan selama dua hari (Senin dan Selasa). Sedangkan bagi siswa SMP, SMA dan SMK tetap masuk seperti biasa untuk melaksanakan kerja bakti membersihkan sekolah.Aji mengatakan meski kegiatan belajar untuk PAUD, TK dan SD diliburkan bukan berarti tidak ada aktivitas di sekolah. Sebab guru dan karyawan tetap wajib masuk sekolah untuk memberihkan lingkungan sekolah dan ruang kelas dibantu relawan. Sedangkan bagi siswa SMP dan SMA yang masuk sekolah diimbau menggunakan seragam olahraga. (bhn/iwa)