MUNGKID – Abu kiriman dari Kelud yang menyelimuti Candi Borobudur mulai dibersihkan. Ratusan personel dari berbagai elemen masyarakat ikut membersihkan Candi. Mereka membawa sejumlah peralatan dan bahu-membahu menyapu, mengeruk, serta bersama-sama mengangkat penutup lantai dan stupa candi.Secara bersama, ratusan orang membersihkan abu yang menempel di dinding, stupa, dan lantai Candi Borobudur. Kemudian, abu dimasukan ke keranjang dan dikumpulkan di lantai terbawah Candi Borobudur. Diperkirakan pembersihan ini membutuhkan waktu 7 – 10 hari.Kepala Balai Konservasi Borobudur (BKB) Marsis Sutopo mengatakan, ratusan tenaga yang membantu berasal dari TNI sebanyak 100 personel, 16 anggoa koperasi pariwisata, dua orang perwakilan Komunitas Watu, 29 orang perwakilan Hotel Atria Magelang. Juga 17 arkeolog dari UGM, 25 orang Indonesia International World Camp.Kelompok Batik Kawasan Borobudur mengirim 27 orang wakilnya, 26 orang dari Himpunann Pramuwisata Indonesia (HPI), 15 pengasong, dua individu mewakili pribadi, dan Balai Konservasi Borobudur (BKB) sebanyak 45 staf dan 55 tenaga lokal.”Hari ini Candi Borobudur telah selesai pembersihan 72 stupa. Pembersihan di lantai 7, 8, 9, 10 juga sudah selesai hingga 90 persen,” papar Marsis, kemarin (17/2).Menurut Marsis, pembersihan ini menggunakan teknis pembersihan pengeringan. Candi-candi dan lantainya disapu dengan kuas agar abu yang menempel di permukaan menjadi kering. Kemudian, abu di lantai candi yang agak basah, dibersihkan dengan serok. Selanjutnya pada tahap dua, pembersihan candi menggunakan teknik air. Abu yang tersisa di dinding dan candi, dibersihkan dengan air.”Selain di Candi Borobudur, hari ini pembersihan juga dilakukan di Candi Mendut dan Pawon,” imbuhnya.Dijelaskan, pembersihan abu dari Kelud yang menempel di Candi Borobudurberbeda dengan pembersihan abu gunung Merapi pada 2010. Pembersihan abu Kelud cukup menggunakan air bersih. Sedangkan abu Merapi saat itu, harus menggunakan soda untuk menetralisasi kandungan zat kimia di dalamnya.”Abu Kelud masih relatif aman dan tidak membahayakan batu-batu candi. Terlebih, ketebalan abu Kelud lebih tipis, antara 0,5-3 milimeter saja. Sedangkan abu Merapi mencapai 3 sentimeter,” katanya.Marsis mengakui, BKB terus memperbarui informasi soal erupsi Gunung Kelud. Itu agar bisa melakukan upaya optimal menyelamatkan candi.Kepala Unit Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur Bambang Irianto menambahkan, rencana hari ini (17/2), zona dua belum dibuka untuk umum. Karena proses pembersihan masih belum selesai. “Kemarin kan rencananya dibuka untuk zona dua. Karena belum selesai, kami tunda lagi,” tegas Bambang.Ia mengaku, penutupan kunjungan wisatawan yang jelas berdampak pada pendapatan dari sektor pariwisata. Baik dari penjualan tiket maupun dari penjualan berbagai produk kerajinan masyarakat di sekitarnya.Nur Rohmat, warga sekitar candi ikut membersihkan Candi Borobudur karena keinginan pribadi. Pria berusia 41 tahun merasa memiliki adanya Candi Borobudur. Semuanya, demi mempertahankan kebudayaan. Ia rela berbaur dengan relawan lain dan menyapu lantai Candi Borobudur.”Harapan ke depan, setelah candi bersih, kegiatan ekonomi kembali normal,” kata Nur, yang juga anggota HPI ini.(ady/hes)